Malang, SERU.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Perumda Tugu Tirta menerima bantuan CSR Bank Jatim berupa satu unit truk tangki air. Perumda Tugu Tirta bakal memaksimalkan truk tangki CSR Bank Jatim tersebut dalam distribusi air bersih, jika terdapat gangguan pipa.
Wali Kota Malang, Dr Ir Wahyu Hidayat MM, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kolaborasi dan kepedulian Bank Jatim terhadap pelayanan publik. Khususnya, terkait penyediaan air bersih bagi warga Kota Malang.
“Ini adalah kolaborasi dan perhatian yang sangat baik. Kita menerima satu unit mobil tangki air yang memang saat ini sangat kita perlukan,” seru Wahyu usai apel rutin di halaman Balaikota Malang, Senin (12/1/2025).
Ia menjelaskan, truk tangki tersebut siap digunakan sebagai armada siaga 24 jam. Truk tangki air digunakan untuk melayani pelanggan, apabila terjadi gangguan distribusi air akibat kerusakan saluran atau pipanisasi.
“Walaupun kebocorannya sudah kita tekan, tetapi memang banyak pipanisasi peninggalan zaman Belanda dulu yang saat ini rawan. Kalau terjadi gangguan pipanisasi, armada ini siap langsung melayani pelanggan yang terdampak,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti kerusakan jaringan akibat kendaraan bertonase berat yang melintas di ruas jalan yang seharusnya tidak diperuntukkan bagi beban tersebut. Dampaknya tidak hanya pada kondisi jalan, tetapi juga pada pipa air yang tertanam di bawahnya.
“Jadi saya berterima kasih kepada Bank Jatim yang telah memberikan CSR ini. Dan Bank Jatim memang perhatian betul kepada Pemerintah Kota Malang,” ujarnya.
Direktur Perumda Tugu Tirta Kota Malang, Priyo Sudibyo mengatakan, bantuan truk tangki tersebut murni merupakan CSR dari Bank Jatim. Bantuan ini akan dimanfaatkan sepenuhnya untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.
“Kalau ada perbaikan atau gangguan yang menyebabkan air mati, kami siapkan tangki ini untuk melayani masyarakat. Kapasitasnya 5.000 liter,” jelasnya.
Saat ini, Perumda Tugu Tirta memiliki total empat unit truk tangki air, termasuk bantuan CSR terbaru. Namun, satu di antaranya sudah berusia cukup tua.
“Truk kami ini sudah tiga generasi. Dengan tambahan CSR ini, total ada empat unit dan insyaallah sudah ideal sebagai cadangan,” tuturnya.
Ia menambahkan, seiring semakin minimnya gangguan distribusi air, pemanfaatan truk tangki juga semakin jarang. Meski demikian, pihaknya tetap siaga agar pelayanan kepada pelanggan tetap optimal.
“Sesuai semboyan kami, pantang pulang sebelum pelanggan tenang. Target kami, setiap gangguan bisa ditangani kurang dari 1×24 jam,” tegasnya.
Saat ini, jumlah sambungan rumah (SR) pelanggan Perumda Tugu Tirta mencapai sekitar 183 ribu. Pada tahun 2026, Perumda Tugu Tirta menargetkan penambahan sekitar 5.000 sambungan rumah baru di Kota Malang. (bas/rhd)








