Sering Picu Kecelakaan, Tengah Jalan Dusun Krajan Ditanami Pohon

Lokasi jalan berlubang di Dusun Krajan, Desa Kasembon, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. (wul) - Sering Picu Kecelakaan, Tengah Jalan Dusun Krajan Ditanami Ponon
Lokasi jalan berlubang di Dusun Krajan, Desa Kasembon, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. (wul)

Malang, SERU.co.id – Salah satu jalan di Dusun Krajan, Desa Kasembon, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang sempat viral di salah satu akun media sosial Instagram, karena ditanami oleh pohon pisang, pepaya dan penanda tambal ban. Yang mengabarkan bukti protes kondisi jalan yang rusak dan sering terjadi kecelakaan.

Kepala Dusun Krajan Desa Kasembon, Choirul Anwar mengatakan, dirinya juga tidak tahu pasti siapa yang menancapkan pepohonan itu ditengah jalan penghubung Bululawang-Wajak tersebut.

Bacaan Lainnya

“Naruhnya pas malam hari. Terus paginya ada taneman itu, 07.30 pak lurah telpon saya, terus saya ambil semua itu,” seru Anwar, saat didatangi SERU.co.id dikediamannya, Rabu (2/3/2023) petang.

Selain mendapat perintah tersebut, penancapan pohon pisang, pohon pepaya dan tiang bertuliskan tambal ban tersebut juga mengganggu kenyamanan para pengguna jalan yang melintas.

Baca juga : Jalan Rusak, Truk Muatan Pisang Terguling di Desa Pujiharjo

Dirinya menyebut, jalan tersebut telah rusak sudah lama dan pihak desa sudah melakukan upaya pengajuan perbaikan ke Pemerintah Kabupaten Malang. Namun, dirinya tidak tahu dengan jelas berapa kali mengajukan upaya itu.

“Belum ada pembenahan dari kabupaten. Ini jalan milik kabupaten,” terangnya.

Guna mengantisipasi agar tidak kembali terjadi kecelakaan, Anwar menyebut, sementara hanya melakukan pengurukan dengan tanah. Tak hanya titik itu saja beberapa titik di dusun lainnya, di Desa Kasembon, juga banyak terdapat jalan berlubang.

“Di Sukoharjo juga banyak yang rusak, mungkin lebih banyak,” terangnya.

Baca juga : Tangani Jalan Rusak, Pemkot Malang Upayakan Ini

Sementara itu, salah satu pengguna jalan, Luluk mengaku merasakan sendiri tidak nyaman saat dirinya melintasi jalan tersebut. Selain jalan yang berlubang, penerangan juga kurang terang.

“Saya tidak nyaman, kan hanya sekali lewat situ jadi pas lewat sempat kaget, karena sempat terjeglong. Ditambah ketutup air hujan (lubang pada jalan), ditambah kalau malam minim penerangan,” jelas Luluk. (wul/mzm)


Baca juga:

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *