“Yang saya jual ini makanan tempo dulu. Kebetulan ibu mertua saya adalah penjual gatot” jelas Agus.
Kuliner jadul lainnya yang terlihat di Kampoeng KJB adalah gulali, kue lupis, dan dawet jadul. Nuansa tempo dulu kian kental lantaran para penjual juga mengenakan pakaian tradisional.
Tidak hanya itu, warga membuktikan kreativitasnya dengan menggelar fashion show menggunakan pakaian daur ulang. Mulai dari bahan kantong kresek, karung beras, hingga dari potongan kertas koran.

Para peserta fashion show menggunakan jalan kampung sebagai cat walk, tempat mereka unjuk penampilan. Diiringi penampilan unik lainnya, seperti warga yang menggunakan karakter wayang pandawa lima.
Acara Kampoeng KJB ini berlangsung selama 4 hari, Rabu-Sabtu (28-31/12/2022). Dibuka pada pukul 9 pagi hingga 10 malam. (ws7/rhd)
Baca juga:
- Tolak Relokasi RPH, Mitra Jagal Pegirian Surabaya Bawa Sapi ke Gedung Dewan
- Ditengah Penyidikan Kejari, Ketua Umum KONI Kabupaten Malang Resmi Mengundurkan Diri
- DPRD Kota Malang Prioritaskan Perda SDA dan RTH pada 2026, Ducting tahun 2027
- Sanusi Targetkan 70 Persen Siswa Sekolah Unggulan Nilai Rata-rata Pelajaran di Angka Sembilan
- AKBP Muhammad Taat Resdianto Resmi Jabat Kapolres Malang








