Malang, SERU.co.id – Sepekan terakhir harga telur mulai merangkak naik,bahkan tembus Rp30 ribu per kilogram. Kenaikan itu dipicu karena turunnya produktifitas ayam karena naiknya harga pakan yang turut melambung. Selain itu, jelang peringatan Natal dan Tahun Baru 2023 juga menjadi faktor kenaikan tersebut.
Salah satu pedagang telur ayam di Pasar Kromengan, Andri Sujarwoko (23) menduga kenaikan harga telur karena kelangkaan dari peternak karena beberapa faktor.
“Jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) bisa. Pakan bisa mbak, pakannya naik itu ngaruh juga mbak,” seru Andri, saat dikonfirmasi SERU.co.id.
Untuk saat ini, dirinya hanya menjual telur dengan kualitas nomer dua, dengan ciri-riri cangkang yang memiliki warna lebih pudar atau mendekati keabu-abuan. Untuk saat ini harganya mencapai Rp27 ribu perkilogramnya, sedangkan untuk yang kualitas nomer satu atau super harganya sudah menduduki di angka Rp30-an perkilogramnya.
“Naik, mulai semingguan, sebelumnya Rp25-26 ribu,yang kelas 2. Kelas 1 kemarin Rp27 ribu sekarang Rp30 ribu-an,” jelasnya.
Warga asli Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang itu mengaku, kenaikan pada harga telur saat ini sangat mempengaruhi minat masyarakat. Sebelum mengalami kenaikan tersebut, dirinya dapat menjual 75-90 kilogram telur dalam sehari. Sedangkan di musim seperti ini, omset penjualan per hari hanya 50 kilogram saja.
“Saya kalau satu hari sekitaran 50 kg an bisa kurang bisa lebih,” imbuhnya.
Dirinya berharap agar harga kembali stabil, agar minat pembeli juga kembali naik. (ws6/ono)
Baca juga:
- UM Kolaborasi KKC Japan, Wujud Komitmen Hadapi Tantangan Dunia Kerja Internasional
- Bupati Malang Dorong Pengurus Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Cetak Generasi Berkarakter
- Tim Apatte62 Brawijaya Juarai Shell Eco-marathon 2026, Lolos ke Global Championship 2027
- Jembatan Gantung Termangu, Akses Cepat dan Harapan Baru untuk Warga Desa
- Es Gabus Sudrajat Terbukti Bukan Spons, DPR: Permintaan Maaf Aparat Tak Cukup








