Memasuki 2026, Kematangan Mengelola AI Tekan Efisiensi Bisnis hingga 90 Persen

Memasuki 2026, Kematangan Mengelola AI Tekan Efisiensi Bisnis hingga 90 Persen
Kematangan mengelola AI mampu menekan efisiensi bisnis hingga 90 persen. (dok. Exabytes Indonesia)

Jakarta, SERU.co.id – Diskursus mengenai kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di dunia usaha Indonesia memasuki fase baru. Memasuki 2026, AI tidak lagi diperlakukan sebagai inovasi eksperimental atau simbol kemajuan teknologi. Namun sebagai partner kerja yang menuntut kematangan dalam penerapan dan pengelolaannya, sehingga mampu menekan efisiensi bisnis hingga 90 persen.

VP & Country Manager Exabytes Indonesia, Indra Hartawan mengatakan, secara global, adopsi AI terus meningkat. Namun tantangan utama kini terletak pada kematangan implementasi.

Bacaan Lainnya

“AI menjadi elemen strategis dalam mendorong transformasi cara kerja perusahaan, tentunya dengan pendekatan terukur dan bertanggung jawab. AI memungkinkan tim kami berfokus pada inisiatif bernilai tinggi, mempercepat pengambilan keputusan, dan meningkatkan daya saing bisnis secara berkelanjutan,” seru Indra Hartawan, dalam keterangan resmi Exabytes Indonesia kepada SERU.co.id.

Menurutnya, perubahan cara pandang ini menjadikan 2026 sebagai momentum bagi dunia usaha untuk meninggalkan euforia teknologi. Dengan memasuki fase implementasi yang lebih disiplin dan efisien.

“AI tidak lagi dilihat sebagai tren, melainkan sebagai bagian dari arsitektur bisnis modern yang menopang ketahanan dan pertumbuhan jangka panjang,” imbuhnya.

Penelitian McKinsey menunjukkan, hampir seluruh perusahaan telah berinvestasi pada AI. Namun hanya sekitar satu persen yang menilai pekerjaan mereka terintegrasi secara menyeluruh dalam operasional bisnis. Hal ini menandai pergeseran AI dari fase eksplorasi menuju eksekusi yang lebih disiplin.

“Sepanjang 2025, Exabytes mencermati lonjakan minat pelaku usaha terhadap AI, khususnya generative AI untuk mendorong efisiensi dan pengambilan keputusan. Seiring adopsi yang meluas, semakin jelas nilai AI ditentukan oleh kesiapan sistem, proses kerja dan manusia yang menggunakannya,” tegasnya.

Pendekatan ini tercermin melalui pemanfaatan AI di internal Exabytes dalam beberapa fungsi operasional, seperti customer insights dan quality control. Implementasi AI terbukti mampu meningkatkan produktivitas hingga 90 persen melalui proses yang lebih cepat, konsisten dan berbasis data.

“Di sisi marketing, AI berperan sebagai pendukung pengembangan kreatif yang mampu memangkas waktu kerja hingga 75 persen. Sekaligus mempercepat produksi konten tanpa mengorbankan kualitas,” tandasnya. (rhd)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id