Batu, SERU.co.id – Mendekati momen perayaan Valentine yang jatuh pada Februari mendatang, para petani bunga mawar di Kota Batu mulai didera kekhawatiran. Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kota Batu dalam beberapa pekan terakhir mengancam produktivitas mawar yang menjadi komoditas unggulan daerah tersebut.
Nur Aziz, selaku Ketua Kelompok Tani (Poktan) Pager Gunung sekaligus pengelola CV Rose Asterina mengungkapkan, anomali cuaca saat ini berdampak langsung pada pertumbuhan tanaman. Menurutnya, curah hujan yang tinggi dan minimnya sinar matahari menghambat proses pembungaan.
”Cuaca buruk saat ini benar-benar menjadi tantangan bagi kami. Pertumbuhan bunga mawar terganggu justru saat kami sedang bersiap menghadapi lonjakan permintaan Valentine,” seru Nur Aziz kepada wartawan SERU.co.id.
Berdasarkan pantauan di lapangan, potensi penurunan hasil panen diperkirakan mencapai 20 hingga 30 persen dibandingkan periode normal. Penurunan ini dinilai cukup signifikan mengingat permintaan pasar biasanya mencapai puncaknya menjelang pertengahan Februari. Sektor yang paling terdampak adalah pengiriman ke luar daerah seperti ke Jakarta dan Bali.
“Permintaan dari sektor perhotelan, jasa dekorasi, dan pariwisata selalu meningkat tajam setiap menjelang hari kasih sayang. Kami biasanya mengirim sekitar 50.000 – 100.000 kuntum perharinya kesana,” tuturnya.
Nur Aziz menegaskan, pihaknya tetap berupaya menjaga kualitas mawar yang dihasilkan. Upaya ekstra dilakukan melalui perawatan intensif di tingkat petani agar mawar yang dikirim tetap memiliki daya tahan yang baik dan kelopak yang sempurna.
“Kami harus lebih teliti dalam melakukan sortir. Kami tidak ingin mengecewakan pelanggan yang sudah menjadi mitra lama kami,” imbuhnya.
Para petani berharap kondisi cuaca segera membaik agar sisa masa tanam sebelum Valentine dapat dimaksimalkan. Terkait peningkatan pesanan, biasanya baru datang sekitar H-2 pekan sebelum perayaan Valentine.
“Biasanya ya kira-kira 10 harian sebelum Valentine baru pesanan itu dadakan banyak. Tinggal nanti Valentine itu jatuhnya apa pas hari biasa atau Weekend. Kalau Weekend, jumlah pesanannya jauh lebih banyak lagi,” pungkasnya. (dik/mzm)








