Batu, SERU.co.id – Citra Kota Batu sebagai destinasi wisata unggulan terus mendapatkan tantangan terkait persepsi mahalnya biaya wisata. Menanggapi hal tersebut, pakar pariwisata (Tourismologist) dari Universitas Brawijaya, Dr. A. Faidlal Rahman, SE. Par, M Sc., CHE mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Batu untuk segera melakukan transformasi digital pada sektor perparkiran.
Dr. Faid menegaskan, penerapan e-parking (parkir elektronik) secara menyeluruh di seluruh destinasi wisata dan jalan protokol merupakan solusi mutlak untuk menjaga reputasi Kota Batu.
“Bukan soal harga, tapi value for money,” seru Dr. Faid, sapaannya.
Ia menyebutkan, biaya wisata di Kota Batu sebenarnya bersifat relatif karena memiliki spektrum harga yang luas, dari wisata alam murah hingga wahana internasional. Namun, label “mahal” sering muncul akibat biaya tambahan tidak terduga, terutama dari sektor parkir.
”Ini bukan sekadar soal mahal, tapi masalah value for money. Ketika biaya tinggi dikombinasikan dengan isu parkir dan akomodasi yang bermasalah, pengalaman wisatawan menjadi tidak sebanding dengan uang yang dikeluarkan,” ungkap Dr. Faid.
Ia menambahkan, transparansi biaya sangat krusial agar wisatawan tidak merasa “terjebak”. Penerapan e-parking diyakini dapat mengatasi masalah klasik pariwisata di Kota Batu, di antaranya wisatawan memperoleh jepastian Tarif.
“Wisatawan mendapatkan harga yang sesuai aturan daerah tanpa adanya praktik “getok harga” oleh oknum juru parkir liar,” cetusnya.
Faid menambahkan, penggunaan QRIS atau kartu elektronik juga selaras dengan perilaku wisatawan modern yang kini lebih menyukai transaksi non-tunai. Selain menguntungkan wisatawan, sistem elektronik ini juga menjadi instrumen penting bagi pemerintah daerah. E-parking juga memastikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir masuk ke kas negara secara maksimal tanpa kebocoran di lapangan.
”Penerapan e-parking secara menyeluruh diharapkan menjadi langkah awal transformasi digital Kota Batu. Ini adalah cara kita membuktikan kepada wisatawan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan sebanding dengan kenyamanan dan fasilitas yang diterima,” pungkasnya. (dik/ono)







