Dalam Sepekan, BPBD Kabupaten Malang Terima Lima Laporan Bencana di Tiga Kecamatan

Dalam Sepekan BPBD Kabupaten Malang Terima Lima Laporan Bencana di Tiga Kecamatan
Tanah Longsor di Kecamatan Kromengan. (Doc. BPBD Kabupaten Malang)

Malang, SERU.co.id – Dalam sepekan terakhir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang menerima lima laporan bencana alam yang disebabkan akibat cuaca ekstrem. Lima bencana tersebut terdiri dari tanah longsor dan atap rumah warga rusak di Kecamatan Kromengan, Pujon dan Wagir.

Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan menerangkan, rata-rata sebelum terjadi bencana tersebut, kawasan yang terdampak mengalami hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang.

Bacaan Lainnya

“Rata-rata diduga terjadi karena intensitas curah hujan tinggi,” seru Sadono, Minggu (18/1/2026).

Dalam Sepekan BPBD Kabupaten Malang Terima Lima Laporan Bencana di Tiga Kecamatan
umah rusak di Kecamatan Wagir.(Doc. BPBD Kabupaten Malang)

Sadono menerangkan, kejadian pertama, Senin (12/1), terjadi di Desa Jambuwer, Kecamatan Kromengan. Sebuah sebuah bencana tanah longsor di mengakibatkan berm jalan desa sepanjang kurang lebih 10 meter dengan lebar kurang lebih 2 meter kedalaman antara 3-5 meter longsor.

“Tembok penahan tebing ambrol pada bagian pondasi sepanjang 5 meter ketinggian kurang lebih 1,5 meter. Sementara telah dipasang pagar pengaman oleh warga, lalu lintas sementara hanya bisa dilalui roda dua,” ungkapnya.

Kemudian terjadi juga telah terjadi tanah longsor tembok penahan tebing (TPT) di Dusun Tretes, Desa Bendosari, Kecamatan Pujon, Rabu (13/1) sekitar pukul 23.25 WIB. Hal tersebut mengakibatkan jalur utama Malang-Kediri terganggu karena tertutup material longsor.

“TPT di pinggir jalan Jalur Provinsi longsor dengan panjang 25 meter, tinggi 4 meter dan ketebalan 1 meter menutup sebagian badan jalan,” tambahnya.

umah rusak di Kecamatan Wagir.(Doc. BPBD Kabupaten Malang)
Rumah rusak di Kecamatan Pujon. (Doc. BPBD Kabupaten Malang)

Dirinya menyebut, agar tetap bisa digunakan jalur tersebut diterapkan sistem buka tutup atau bergantian bagi kendaraan yang melintas.

Selanjutnya di hari, Rabu (14/1) terjadi dua bencana terjadi dua bencana di Kecamatan Pujon. Yakni tanah longsor di tebing setinggi kurang lebih 30 meter lebar 10 meter, ketebalan kurang 3 meter, menutup sebagian jalur provinsi Malang-Kediri.

Serta, atap rumah warga di RT 05, RW 02, Dusun Kalangan, Desa Wiyurejo, Kecamatan Pujon ambruk.

“Atap rumah ambruk dan tembok dapur mengalami kerusakan dan pemilik rumah mengungsi ke tetangga terdekat,” bebernya.

Dikatakan Sadono, hal yang sama juga terjadi di RT 07, RW 02, Dusun Kenongo, Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir. Dimana atap rumah warga ambruk sesuai diterjang hujan disertai angin kencang, Sabtu (17/1).

“Mengakibatkan atap rumah warga di Desa Sumbersuko mengalami kerusakan, tidak ada korban jiwa,” bebernya.

Sadono menghimbau, untuk seluruh masyarakat tetap waspada dan meningkatkan kemampuan melakukan mitigasi bencana mandiri. (wul/ono)

 

disclaimer

Pos terkait