Malang, SERU.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang akan menggunakan dana darurat untuk memperbaiki dua sekolah di Kecamatan Kalipare yang ambruk akibat cuaca ekstrem. Langkah ini diambil agar proses kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan dengan aman dan nyaman.
Bupati Malang, Drs. HM Sanusi, mengatakan pihaknya telah menerima laporan sekaligus melakukan peninjauan langsung terkait kerusakan tiga ruang kelas di SD Negeri 4 Sukowilangun. Akibat kejadian tersebut, sebanyak 58 siswa terpaksa mengungsi ke rumah warga agar kegiatan belajar mengajar tetap dapat berlangsung.
Menanggapi kondisi tersebut, orang nomor satu di jajaran Pemerintah Kabupaten Malang itu mengaku telah memerintahkan dinas terkait untuk segera melakukan penanganan, mengingat situasi di lapangan bersifat darurat.
“Saya telah memerintahkan Dinas PU Bina Marga dan BPBD, untuk segera melakukan perbaikan menggunakan dana darurat. Diharapkan langkah ini dapat segera ditindaklanjuti agar para siswa dan siswi dapat kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara normal,” seru Sanusi.
Sanusi menjelaskan, ruang kelas yang mengalami kerusakan meliputi kelas III, IV, dan V. Sementara itu, tiga ruang kelas lainnya yang tidak terdampak kerusakan masih digunakan untuk kegiatan belajar mengajar seperti biasa.
Ia juga mengungkapkan, berdasarkan laporan dari Kepala SD Negeri 4 Sukowilangun, sebelum bangunan ambruk wilayah Kecamatan Kalipare diguyur hujan deras sepanjang hari. Kondisi tersebut diduga menjadi penyebab runtuhnya tiga ruang kelas pada malam hari.
Selain SD Negeri 4 Sukowilangun, Pemkab Malang juga akan menggunakan dana darurat untuk memperbaiki sekolah satu atap di Desa Kaliasri, Kecamatan Kalipare. Bangunan tersebut digunakan oleh TK Dharma Wanita 02, SDN Kaliasri 7, serta SMP PGRI 03.
Sanusi menyebutkan, dari hasil peninjauan yang telah dilakukan, sejumlah bangunan sekolah di lokasi tersebut membutuhkan perhatian serius dan penanganan segera.
Ia menerangkan, terdapat tiga ruang kelas yang mengalami kerusakan cukup parah dan dinilai rawan ambruk apabila cuaca ekstrem terus berlangsung. Kondisi ini dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan peserta didik serta mengganggu kelancaran proses belajar mengajar.
“Perlunya langkah cepat dan tepat guna memastikan keamanan serta kenyamanan lingkungan belajar bagi para siswa dan siswi. Saya memerintahkan Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang untuk segera melakukan pengecekan teknis secara menyeluruh terhadap kondisi bangunan sekolah. Sekaligus menyiapkan langkah penanganan yang diperlukan, sesuai dengan kewenangan dan ketentuan yang berlaku,” tutur Sanusi. (wul/ono)







