Wali Kota Malang Serahkan 200 Becak Listrik Perkuat Wisata Ramah Lingkungan di Akhir Januari

Wali Kota Malang Serahkan 200 Becak Listrik Perkuat Wisata Ramah Lingkungan di Akhir Januari
Bantuan becak listrik dari pemerintah pusat untuk Kota Malang. (Seru.co.id/bas)

Malang, SERU.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mendapatkan bantuan 200 becak listrik dari pemerintah pusat. Wali Kota Malang dijadwalkan menyerahkan becak tersebut untuk memperkuat wisata ramah lingkungan.

Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi mengungkapkan, bantuan becak listrik ini merupakan dukungan dari pemerintah pusat untuk mendukung layanan wisata berbasis transportasi hijau. Becak listrik tersebut akan dioperasikan oleh pengayuh becak konvensional yang dialihfungsikan menjadi pengemudi becak wisata.

Bacaan Lainnya
Kepala Disporapar Kota Malang menjelaskan, bantuan becak akan diserahkan oleh Wali Kota Malang. (Seru.co.id/bas)
Kepala Disporapar Kota Malang menjelaskan, bantuan becak akan diserahkan oleh Wali Kota Malang. (Seru.co.id/bas)

“Program ini tak hanya menyasar peningkatan kualitas layanan wisata. Tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan pelaku transportasi tradisional,” seru Baihaqi saat dikonfirmasi, Jumat (15/1/2025)

Terkait peresmian dan pendistribusian, pihaknya masih menunggu koordinasi dengan pemerintah pusat. Wali Kota Malang direncanakan akan menyerahkan bantuan tersebut kepada penerima manfaat.

“Secara resmi nanti diacarakan (penyerahan oleh Wali Kota Malang, red) pada saat serah terima. Kemarin itu hanya pengiriman saja dan sementara ditaruh di Stadion Gajayana dan Islamic Center,” ungkapnya.

Saat ini, Disporapar bersama Dinsos-P3AP2KB Kota Malang tengah melakukan pendataan calon penerima. Proses ini dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran sekaligus mengantisipasi potensi persoalan di lapangan.

Menurut Baihaqi, sejumlah persyaratan telah ditetapkan bagi calon penerima. Antara lain, ber-KTP Kota Malang dan sebelumnya memang berprofesi sebagai pengayuh becak konvensional.

“Kami ingin pendistribusian berjalan tertib dan tidak menimbulkan masalah, termasuk potensi kemacetan. Becak wisata ini harus benar-benar memberi manfaat,” tegasnya.

Keberadaan becak listrik diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan jangkauan layanan wisata. Untuk mendukung profesionalisme pengemudi, Pemkot Malang menggandeng Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI).

“Kami akan menggelar sejumlah forum group discussion (FGD). Pengemudi becak wisata nantinya dibekali kemampuan dasar pelayanan dan informasi wisata lewat forum-forum tersebut,” jelasnya.

Adapun operasional becak listrik akan ditempatkan di titik-titik strategis. Misalnya, kawasan Kayutangan Heritage, area hotel, serta lokasi lain yang dapat dikemas dalam paket wisata kota.

“Mudah-mudahan akhir Januari sudah bisa disalurkan. Dengan begitu, segera dimanfaatkan untuk melayani wisatawan yang ingin menikmati suasana Kota Malang,” tandasnya. (bas/mzm)

 

disclaimer

Pos terkait