Pemkab Malang Salurkan CSR BI, Mesin Kebi Tingkatkan Kualitas Beras Petani

Pemkab Malang Salurkan CSR BI, Mesin Kebi Tingkatkan Kualitas Beras Petani
Penyerahan mesin kebi dari BI untuk Asosiasi Amarta Padi Kecamatan Sumberpucung, disaksikan Bupati Malang. (Ist)

Malang, SERU.co.id – Pemkab Malang menyalurkan satu unit mesin kebi beras bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Indonesia (BI) kepada Asosiasi Amarta Padi di Kecamatan Sumberpucung. Pemberian mesin poles atau pemutih beras (rice polisher) ini untuk meningkatkan kualitas panen beras lokal, sehingga memiliki harga jual tinggi di pasaran.

Bupati Malang, HM Sanusi menerangkan, dirinya sangat bersyukur dengan pemberian mesin kebi dari Bank Indonesia. Pasalnya, dapat meningkatkan nilai produktivitas dan pendapatan petani, sehingga ikut meningkatkan kualitas beras hasil panen para petani lokal. Dimana jika tidak dipoles, beras lokal Kabupaten Malang hanya masuk dalam kategori kualitas medium saja.

Bacaan Lainnya

“Jadi ada selisih harga antara beras poles dan yang tidak dipoles. Yang dipoles ini premium, yang tidak poles harganya selisih Rp1 ribu per kilogramnya,” seru Sanusi, saat dikonfirmasi.

Sanusi menjelaskan, pemilihan penerima mesin kebi tersebut berdasarkan hasil dari pertimbangan yang selektif. Salah satunya di Kecamatan Sumberpucung sebagai daerah penghasil padi yang cukup banyak di Kabupaten Malang.

Menurutnya, dengan peningkatan kualitas ini, diharapkan minat beli masyarakat akan semakin tinggi dengan lebih memilih beras lokal premium. Selain itu, hasil panen para petani yang sudah dipoles ini akan dipasarkan di seluruh Kabupaten Malang. Dan tidak menutup kemungkinan jika jumlahnya melimpah akan merambah ke pasar luar daerah.

“Yang paling menonjol berasnya putih, bersih gitu, jadi disenangi sama konsumen. Dipasarkan di Kabupaten Malang dan kalau lebih nanti keluar,” tuturnya.

Kepala Kantor Perwakilan BI Malang, Febrina mengatakan, pemilihan Asosiasi Amarta Padi atas rekomendasi Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang. Sehingga dinilai sangat cocok untuk penerima CSR dalam mensukseskan program Swasembada Pangan.

“Melalui penyaluran CSR mesin kebi ini, kami mendukung program pemerintah untuk swasembada beras,” ucap Febrina.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Amarta Padi, Lyon Suyono menerangkan, jika melihat hasil polesan beras diproduksi pihaknya. Dirinya optimis, beras-beras itu bisa dijual dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp14.900.

“Seharusnya beras kami sudah memenuhi syarat untuk dijual dengan harga beras premium,” tutur Lyon.

Lyon menerangkan, satu mesin kebi tersebut dapat melayani proses pemolesan beras dari 10 kelompok tani di bawah naungan Asosiasi Amarta Padi. Dimana dalam satu hari, mesin tersebut dapat memoles besar hingga 10 ton atau 11 jam beroperasi.

“Kami mengkondisikan agar beras selalu fresh. Kami memang ada stok, tapi tidak banyak,” ungkapnya. (wul/rhd)

 

disclaimer

Pos terkait