Fordewi Kota Batu Ungkap Pergeseran Perilaku Wisatawan ke Destinasi Berbasis Pengalaman

Fordewi Kota Batu Ungkap Pergeseran Perilaku Wisatawan ke Destinasi Berbasis Pengalaman
Ketua Fordewi Kota Batu, Mohammad Dadi. (dik)

​Batu, SERU.co.id – Tren pariwisata di Kota Batu menunjukkan geliat positif tahun ini. Ketua Forum Desa Wisata (Fordewi) Kota Batu mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan ke desa wisata mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun lalu.

Ketua Fordewi Kota Batu, Mohammad Dadi mengatakan, saat ini terjadi pergeseran perilaku wisatawan yang kini lebih menyukai alam dan kuliner. ​Menurut Dadi, wisatawan saat ini sangat selektif dalam memilih destinasi. Mereka cenderung mencari tempat kuliner yang menyuguhkan pemandangan alam indah.

Bacaan Lainnya

“Kekuatan media sosial bahkan bisa membuat sebuah kafe di desa wisata bisa menjadi ‘primadona’ baru yang menarik antrean pengunjung sejak pagi hari. Ini mirip seperti kunjungan ke Bromo untuk menyaksikan Sunrise sambil ngopi,” serunya.

Dadi juga mengungkapkan, salah satu daya tarik yang tengah naik daun adalah wisata atraksi di Desa Tulungrejo. Wisatawan kini mulai menggemari aktivitas luar ruang yang menantang, seperti Fun Jeep di malam hari.

​”Yang paling unik adalah Fun Jeep di malam hari. Meskipun cuaca hujan, wisatawan justru merasa sangat tertarik. Ini menunjukkan bahwa pengalaman (experience) menjadi nilai jual utama,” ujar Mohammad Dadi.

​Selain itu, lanjut Dadi, inovasi masyarakat lokal seperti wisata petik stroberi dan munculnya destinasi berbasis kesederhanaan seperti Warung Angling Darmo di lereng Gunung Arjuno. Ini menjadi bukti bahwa kemewahan bukan lagi satu-satunya tolok ukur. Warung tersebut sukses menarik kunjungan luar biasa meski hanya berupa gubuk sederhana tanpa fasilitas modern.

“​Meski kunjungan meningkat, yang perlu ditekankan adalah pentingnya kesiapan destinasi dalam menjaga kenyamanan wisatawan,” tuturnya.

Dadi menambahkan, wisatawan sangat sensitif terhadap isu-isu negatif yang dapat merusak citra pariwisata Kota Batu. Diantaranya adalah isu terkait parkir liar dan penipuan vila bodong melalui pemesanan daring (online).

“Oleh karena itu, kesiapan destinasi harus dipersiapkan betul agar pengunjung merasa nyaman dan aman,” tegasnya.

​Pihak Forum Desa Wisata juga mensyukuri sinergi promosi dan fasilitas pariwisata di Kota Batu yang sudah berjalan dengan baik. Kedepannya, inovasi masyarakat diharapkan terus berkembang agar desa wisata tetap menjadi pilihan alternatif utama bagi para pelancong.

“Kami akan terus mendampingi Desa Wisata melalui Forum Desa Wisata. Mulai awal tahun ini kami giatkan kunjungan ke desa-desa wisata melalui pertemuan yang sifatnya non formal. Tujuan utamanya adalah semua desa wisata bisa jadi destinasi pilihan wisatawan kedepannya.” pungkasnya. (dik/ono)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan KKB Bank jatim