Malang, SERU.co.id – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak meninjau langsung kondisi drainase di Jalan Soekarno-Hatta. Terdapat sejumlah evaluasi pasca pengerjaan proyek, seperti sterilisasi parkir liar hingga pembersihan banner semrawut.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr H Emil Elestianto Dardak BBus MSc mengungkapkan, peninjauan dilakukan untuk memastikan kualitas pekerjaan proyek sekaligus menindaklanjuti masukan masyarakat. Dalam peninjauan tersebut, masih ditemukan sejumlah lubang drainase yang terbuka serta adanya endapan pasir di dalam saluran.
“Kondisi itu terjadi, karena pada beberapa titik pekerjaan, material masuk ke saluran saat penutup belum terpasang sepenuhnya. Maka, selama masa pemeliharaan enam bulan setelah kontrak selesai, tanggung jawab pembersihan dan pembenahan ada pada pihak pelaksana,” seru Emil Dardak, sapaannya, Selasa (13/1/2025).
Selain itu, Emil menemukan masih ada sejumlah titik yang perlu diperbaiki. Seperti tutupan box tangkapan air yang tertutup aspal dan manhole yang posisinya tidak sejajar dengan permukaan jalan.
“Box tangkapan air berfungsi menyaring sedimen dan sampah, agar tidak langsung masuk ke saluran utama, sehingga pemeliharaan drainase lebih optimal. Pemerintah tentu akan mengawal perbaikan, agar kewajiban ini dijalankan sebaik mungkin,” ungkapnya.
Selanjutnya, Emil tetap mengapresiasi kinerja Dinas PU SDA Jatim yang menyelesaikan pekerjaan dengan cepat. Menurutnya, percepatan dilakukan untuk meminimalkan dampak terhadap aktivitas dan perekonomian para pelaku usaha di sekitar lokasi proyek.
“Dari uji petik yang kami lakukan, kondisi drainase dinilai lebih baik. Tentu ini perlu dukungan masyarakat, agar fasilitas yang sudah dibangun bisa terawat,” jelasnya.
Ia pun menyoroti persoalan ketertiban di sekitar Jalan Soekarno-Hatta. Ia meminta area di atas drainase tidak dimanfaatkan untuk parkir maupun pemasangan banner dan plang untuk menjaga kenyamanan pedestarian.
“Kalau area ini bersih dari parkir dan atribut, pedestrian-nya bisa sangat bagus dan Kota Malang bisa menjadi kota percontohan. Ke depan, juga masih ada pengerjaan lanjutan berupa pembangunan trotoar yang akan dilakukan Dinas PU SDA Jatim,” ujarnya.
Ia meminta penjadwalan pekerjaan diatur secara matang dan dikoordinasikan dengan Pemkot Malang, agar tidak kembali mengganggu aktivitas pedagang. Ia juga berharap, Pemkot Malang dan pihak terkait selalu terbuka terhadap kritik dan masukan yang diberikan masyarakat.
“Jadi kalau bisa laporan yang masuk ke saya jangan hanya yang bagus-bagus, karena di era sekarang, publik ikut mengawasi. Kemudian jangan hanya mengecek kawasan yang dikeluhkan publik, tapi juga cek titik lain untuk mengantisipasi persoalan lainnya,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin mengimbau, masyarakat untuk bersabar dan turut menjaga fasilitas umum yang telah dibangun. Ia memastikan akan dilakukan penertiban terhadap parkir liar, banner dan umbul-umbul di atas drainas.
“Sesuai arahan Wakil Gubernur, semuanya akan kita sterilkan, karena ini fasilitas umum. Saya sudah minta camat dan Satpol PP untuk menertibkan, supaya Kota Malang semakin rapi, cantik dan tertata,” pungkas Ali. (bas/mzm)








