Malang, SERU.co.id – Wali Kota Malang apreasiasi Emba Jetbus Run 2026 yang diikuti oleh 3.600 pelari dari penjuru negeri. Pasalnya event lari tersebut dapat memperkokoh citra Kota Malang sebagai destinasi olahraga nasional.
Wali Kota Malang, Dr Ir Wahyu Hidayat MM mengungkapkan, jumlah peserta meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Meski acara berlangsung saat gerimis, para peserta tetap antusias dan tertib.
“Alhamdulillah pelaksanaannya berjalan dengan baik, tidak ada gangguan berarti. Jumlah peserta sebenarnya bisa lebih banyak, namun dibatasi karena pertimbangan keamanan dan kenyamanan,” seru Wahyu, usai pembukaan Emba Jetbus Run 2026, Minggu (18/1/2025).

Menurutnya, Emba Jetbus Run sejalan dengan visi misinya terkait program 1.000 event serta Dasa Bakti Ngalam Tahes. Diharapkan, event ini terus berkembang dan memperkokoh citra Kota Malang sebagai destinasi olahraga nasional, hingga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
“UMKM yang dilibatkan juga semakin banyak, sponsornya bertambah dan fasilitas pendukung di hari kedua ini lebih lengkap. Harapannya, ada multiplier effect yang dirasakan langsung oleh masyarakat Kota Malang seiring banyaknya peserta,” ungkapnya.
Wahyu menambahkan, meski sempat diguyur gerimis, kondisi cuaca justru menambah semangat para peserta. Ia menyemangati penyelenggara event, agar pelaksanaan di tahun berikutnya bisa lebih baik lagi.
Sementara, Inisiator Emba Jetbus Run Malang, Paulus Oliver Yoesoef menyampaikan, event berjalan sesuai standar nasional. Jalur lomba telah disterilkan hingga 90 persen, meski masih ada beberapa titik yang akan dievaluasi.
“Karena ini event nasional, standar operasional harus profesional dari A sampai Z. Beberapa titik seperti area PLN dan Semeru akan kami evaluasi, agar ke depan lebih nyaman bagi pelari,” jelasnya.
Ia menuturkan, peserta berasal dari berbagai daerah seperti Lampung, Makassar, Jawa Tengah, Kediri, Surabaya, hingga luar negeri seperti Belanda. Ke depan, panitia menargetkan jumlah peserta meningkat menjadi 4.000 orang, dengan catatan penyesuaian kapasitas dan perbaikan teknis.
“Dengan 3.600 peserta saja tadi sudah terasa penuh. Untuk 2027, kami akan berkoordinasi dengan Pak Wali, agar event bisa lebih nyaman,” imbuhnya.
Paulus juga memastikan, Emba Jetbus Run akan tetap digelar setiap bulan Januari sebagai event nasional pembuka tahun. Dari sisi regulasi, panitia mulai menerapkan standar ketat, termasuk cut-off time 60 menit untuk kategori 5K dan 2 jam untuk 10K.
“Ini bagian dari upaya kami mendidik peserta, agar mengikuti standar profesional. Dengan penyelenggaraan yang semakin matang, Emba Jetbus Run Malang diharapkan mampu mengukuhkan Kota Malang sebagai destinasi wisata lari unggulan nasional,” tegasnya.
Dandim 0833/Kota Malang, Letkol Inf Dedy Azis mengatakan, komitmen TNI dalam mendukung program pemerintah daerah, khususnya di bidang pembinaan olahraga dan kesehatan masyarakat. Event lari ini dinilai mampu memperkuat kebersamaan dan semangat sportivitas di tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan seperti Emba Run ini, kita ingin mendorong masyarakat Kota Malang untuk lebih aktif berolahraga. Serta menumbuhkan semangat sportivitas dan kebersamaan,” ungkap Letkol Inf Dedy Azis, di sela kegiatan.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung tertib dan aman dengan dukungan pengamanan dari TNI, Polri, serta unsur terkait lainnya. Sinergi antarinstansi memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
“Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat masyarakat Kota Malang terhadap olahraga lari yang kini semakin berkembang,” jelasnya.
Salah satu peserta, Faricha Mufidah mengatakan, acara ini sangat berkesan. Ia sudah terbiasa lari, sehingga memilih mengikuti kategori 10K.
“Sangat ketat, kalau melewati batas waktu, peserta tidak mendapatkan medali. Sejak start sampai akhir juga aktif terpantau kamera, sehingga semuanya terpantau detail,” ujar perempuan asal Lumajang itu.
Diakuinya, menekuni olahraga lari maraton memang tidak mudah. Apalagi, saat dirinya sibuk menyelesaikan Studi S2 sembari mengajar, harus pandai-pandai mengatur waktu.
“Kuncinya berlatih dan terus berlatih. Penekanannya bukan soal menang atau kalah dalam event ini, tapi bagaimana kita bisa menikmati step by stepnya,” tandasnya. (bas/rhd)







