Kasus Bunuh Diri di Jembatan Suhat, Pemkot Malang Upayakan Pendekatan Kesehatan Mental

Kasus Bunuh Diri di Jembatan Suhat, Pemkot Malang Upayakan Pendekatan Kesehatan Mental
Aksi percobaan bunuh diri kembali terjadi di Jembatan Suhat dini hari tadi. (ist)

Malang, SERU.co.id – Maraknya kasus bunuh diri yang terjadi di Jembatan Sukarno Hatta (Suhat), Pemkot Malang mengupayakan dengan pendekatan kesehatan mental. Pasalnya, pencegahan dengan pagar pengamanan belum menyelesaikan masalah secara tuntas.

Wali Kota Malang, Dr Ir Wahyu Hidayat MM mengungkapkan, penanganan tidak cukup hanya dengan menambah pagar pengaman jembatan. Upaya pencegahan harus menyentuh akar persoalan melalui pendekatan kesehatan mental, psikologis dan sosial.

Bacaan Lainnya

“Kalau dari pagar sudah kami lakukan. Tapi yang akan kami coba lagi adalah pendekatan lain (kesehatan mental), karena yang harus diselesaikan itu akarnya,” seru Wahyu, Senin (19/1/2025).

Wali Kota Malang menanggapi maraknya percobaan bunuh diri di Jembatan Suhat. (bas)
Wali Kota Malang menanggapi maraknya percobaan bunuh diri di Jembatan Suhat. (bas)

Ia mengatakan, akan menggandeng Forum Rektor untuk membahas persoalan kesehatan mental di kalangan masyarakat, khususnya mahasiswa. Selain itu, Pemkot Malang juga telah berdiskusi dengan lembaga psikologi dan kejiwaan, guna merumuskan langkah pencegahan yang lebih komprehensif.

“Menghadapi masyarakat sekarang harus dengan pendekatan-pendekatan psikologi. Terlebih ketika seseorang sudah dalam kondisi labil, di situlah peran pendampingan sangat dibutuhkan,” ungkapnya.

Wahyu menegaskan, tanpa penyelesaian masalah berbasis pendekatan kesehatan mental, penambahan fasilitas fisik tidak optimal. Pasalnya, upaya penambahan fasilitas fisik tidak menyelesaikan persoalan secara tuntas.

Terbaru, percobaan bunuh diri di Jembatan Suhat kembali terjadi Senin (19/1/2025) dini hari sekira pukul 00.30 WIB. Kapolsek Lowokwaru, Kompol Anang Tri Hananta SSos MHum melaporkan, korban diketahui berinisial TAM (24) seorang mahasiswi salah satu PTN di Malang asal Jakarta.

“Korban pertama kali diketahui terjatuh setelah seorang saksi yang melintas di lokasi melihat kejadian tersebut. Saksi segera melapor ke pihak kepolisian dan relawan, hingga petugas gabungan dan petugas medis datang ke lokasi kejadian,” terangnya.

Saat dilakukan pemeriksaan, korban dinyatakan masih hidup dengan dugaan mengalami patah tulang pada bagian tangan kanan. Korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk mendapatkan perawatan intensif.

Anang menuturkan, sampai saat ini korban masih menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat RSSA. Sementara pihak kepolisian berupaya menghubungi keluarga korban di Jakarta.

“Kejadian ini kembali menjadi perhatian serius bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat upaya pencegahan. Khususnya, melalui pendekatan kesehatan mental dan dukungan psikososial bagi masyarakat,” tandasnya. (bas/rhd)

 

disclaimer

Pos terkait