Pertemuan Angin Monsun Asia dan Gangguan Atmosfer Penyebab Angin Kencang di Malang Raya

Pertemuan Angin Monsun Asia dan Gangguan Atmosfer PenyebabAngin Kencang di Malang Raya
Pohon tumbang menimpa rumah warga yang disebabkan akibat pohon tumbang.(Doc. BPBD Kabupaten Malang)

Malang, SERU.co.id –  Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Timur menjelaskan, aktifnya angin monsun Asia hingga gangguan atmosfer menjadi salah satu penyebab penyebab angin kencang di wilayah Malang dan sekitarnya.

Forecaster Stasiun Klimatologi Jawa Timur, Nur Faris membeberkan, fenomena pola pertemuan konvergensi angin tersebut mengakibatkan sejumlah daerah mengalami bencana hidrometeorologi.

Bacaan Lainnya

“(Angin kencang) diakibatkan aktifnya angin monsun Asia, pola pertemuan angin (konvergensi). Gangguan atmosfer equatorial rossby dan diperkirakan adanya gangguan gelombang madden julian oscillation (MJO) yang akan melintasi wilayah Jawa Timur,” seru Nur.

Dirinya menerangkan, fenomena alam ini disebabkan karena suhu muka laut di perairan Selat Madura masih cukup signifikan. Serta keadaan atmosfer yang labil, sehingga mendukung tumbuhnya awan konvektif sehingga memiliki potensi menimbulkan hujan berintensitas sedang sampai deras.

“Dapat disertai petir dan angin kencang. Apalagi saat ini juga ada tropical cyclone Luana yang sebelumnya terpantau sebagai bibit siklon 91S di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Serta mampu mengakibatkan peningkatan kecepatan angin di wilayah Jawa Timur,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan menjelaskan, berdasarkan laporan, angin kencang mengakibatkan beberapa dampak di Kecamatan Kepanjen, Pujon, Bululawang dan Donomulyo.

“Angin kencang di beberapa daerah mengakibatkan beberapa atap rumah rusak dan pohon tumpang mengganggu akses jalan,” terang Sadono.

Dijelaskannya, telah terjadi angin kencang di Kecamatan Kepanjen, hingga mengakibatkan 4 atap rumah warga rusak. Kemudian di Kecamatan Pujon, satu pohon dengan ukuran diameter kurang lebih 30 centimeter dan tinggi 15 tumbang menutup jalan, Jumat (23/1).

Selanjutnya, terjadi pohon tumbang di Kecamatan Bululawang, dengan diameter 80-100 centimeter dan tinggi 15 meter. Hingga menimpa sebuah mobil yang tengah melintas di kawasan tersebut, Sabtu (24/1/2026)

“Berdampak pada arus lalulintas yang terhebat, satu mobil rusak, kabel profeder dan listrik putus,” bebernya.

Di hari yang sama, sebuah pohon di Kecamatan Donomulyo juga tumbang hingga menimpa dua rumah warga hingga mengalami kerusakan. (wul/ono)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id