Revitalisasi Alun-alun Merdeka Rampung, Pemkot Malang Integrasikan Kawasan Wisata Heritage Terpadu

Revitalisasi Alun-alun Merdeka Rampung, Pemkot Malang Integrasikan Kawasan Wisata Heritage Terpadu
Revitalisasi Alun-alun Merdeka telah rampung dan akan terintegrasi kawasan wisata heritage terpadu. (bas)

Malang, SERU.co.id – Revitalisasi Alun-alun Merdeka telah rampung dan segera diresmikan. Selanjutnya, Pemkot Malang akan mengintegrasikan dengan pengembangan kawasan wisata heritage terpadu di Kota Malang.

Wali Kota Malang, Dr Ir Wahyu Hidayat MM mengungkapkan, secara fisik proyek revitalisasi Alun-alun Merdeka telah selesai sesuai kontrak kerja. Tinggal dilakukan finishing ringan sebelum resmi dibuka untuk publik.

Bacaan Lainnya

“Ini sudah selesai, tinggal pembersihan dan finishing beberapa bagian. Sesuai informasi dari Bank Jatim, tanggal 20 sudah selesai. Akhir Januari nanti akan kita resmikan,” seru Wahyu, Rabu (21/1/2025).

Wali Kota Malang menjelaskan, sejumlah kawasan bersejarah akan saling terintegrasi dalam wisata heritage terpadu. (bas)
Wali Kota Malang menjelaskan, sejumlah kawasan bersejarah akan saling terintegrasi dalam wisata heritage terpadu. (bas)

Wahyu mengatakan, wajah baru Alun-alun Merdeka kini tampil lebih menarik, salah satunya dengan kehadiran air mancur yang dilengkapi lampu warna-warni. Ke depan, kawasan tersebut akan dikembangkan sebagai bagian dari kawasan wisata heritage terpadu.

“Kami ingin mengoptimalkan berbagai potensi sejarah dan heritage yang berada di sekitar Alun-alun Merdeka menjadi satu kawasan terpadu. Kawasan tersebut mencakup Alun-alun Merdeka, Kayutangan, Splendid, eks Pasar Senggol, Balai Kota Malang, Tarekot, hingga Stasiun Kota Baru,” ungkapnya.

Orang nomor satu di jajaran Pemkot Malang itu menerangkan, kawasan-kawasan tersebut memiliki nilai sejarah masing-masing. Namun, semuanya menjadi saksi perjalanan panjang Kota Malang, sehingga diperlukan penataan kawasan wisata heritage terpadu.

Penataan kawasan terpadu ini juga diharapkan mampu menjawab persoalan seperti keberadaan PKL dan parkir yang masih semrawut. Wahyu menegaskan, Pemkot Malang akan melakukan penataan secara menyeluruh, termasuk penataan PKL dan parkir.

“Saya melihat kawasan potensial untuk penataan PKL di kawasan belakang Splendid, Pasar Burung dan Pasar Bunga. Saya ingin menghidupkan pasar senggol, dengan penataan yang mempertahankan bangunan heritage, termasuk sekolah peninggalan Belanda di kawasan tersebut,” jelasnya.

Terpisah, Plh Kepala DLH Kota Malang, Drs Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang MAP membenarkan, pekerjaan fisik sudah rampung 100 persen. Alun-alun Merdeka telah bersolek dengan mengusung konsep ramah anak dan akan terintegrasi dengan kawasan wisata heritage terpadu.

“80 persen pengunjung Alun-alun Merdeka didominasi keluarga dengan membawa anak-anak. Kami ingin menjadikan kawasan ini ramah anak, dengan perbaikan play ground hingga menghadirkan dry fountain atau air mancur terbuka untuk bermain,” terangnya, saat meninjau Alun-alun Merdeka.

Raymond mengatakan, Alun-alun Merdeka akan lebih bersih dan nyaman. Jumlah tempat sampah ditambah dan pengunjung tidak merokok sembarangan.

“Harapan kami, kita semua bisa menjaga keamanan, kenyamanan dan kebersihan bersama. Untuk pengunjung yang merokok diberikan tempat-tempat tertentu, terutama di tempat yang jauh, jadi tidak di tengah alun-alun,” ujarnya.

Terkait rencana Wali Kota Malang menjadikan Alun-alun Merdeka terintegrasi dengan pengembangan wisata heritage terpadu, ia menyambut baik hal tersebut. Raymond mengatakan, Pemkot Malang akan melakukan kajian mendalam sebelum merealisasikan konsep tersebut.

“Kajian tersebut termasuk penataan PKL dan sentra kuliner, karena untuk melakukan penataan kita harus memetakan wilayah strategis. Kita juga perlu melihat keinginan dan antusiasme masyarakat dalam merancang konsep wisata heritage terpadu ini,” tandasnya. (bas/rhd)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id