BMKG: Waspada Jawa Timur Berpotensi Cuaca Ekstrem 21-30 Januari 2026

BMKG: Waspada Jawa Timur Berpotensi Cuaca Ekstrem 21-30 Januari 2026
Ilustrasi cuaca ekstrem di Kabupaten Malang. (ist)

Sidoarjo, SERU.co.id – Badan Meteorologi dan Geografi (BMKG) Juanda Sidoarjo menyebutkan, Jawa Timur (Jatim) berpotensi diterjang cuaca ekstrem pada 21-30 Januari 2026, Diperkirakan bencana tersebut dapat memicu terjadinya berbagai bencana hidrometeorologi, sehingga masyarakat diimbau tetap waspada saat tiba-tiba terjadi perubahan cuaca.

Kepala BMKG Juanda Sidoarjo, Taufiq Hermawan menerangkan, dari hasil pantauan perkiraan cuaca di area Jatim terdeteksi adanya aktivitas monsun Asia. Yakni pola pertemuan angin (konvergensi), gangguan atmosfer equatorial rossby, serta diperkirakan adanya gangguan gelombang atmosfer MJO (Madden Julian Oscillation). Sehingga fenomena tersebut, diprediksi akan memicu potensi cuaca ekstrem pada puncak musim penghujan ini.

Bacaan Lainnya

“Saat ini seluruh wilayah Jawa Timur sudah berada pada musim hujan dan beberapa wilayah diperkirakan sudah memasuki puncak musim hujan. Diprakirakan dalam 10 hari ke depan akan terjadi peningkatan cuaca ekstrem yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat,” seru Taufiq.

Dirinya membeberkan, pergerakan monsun Asia diprediksi akan melintasi wilayah Jawa Timur, sehingga suhu muka laut perairan Selat Madura cukup signifikan. Ditambah kondisi atmosfer lokal labil, sehingga turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif. Dimana berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang.

Bencana hidrometeorologi meliputi hujan sedang-lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung serta hujan es. Oleh karena itu, BMKG Juanda menghimbau, masyarakat dan instansi terkait, agar senantiasa waspada terhadap perubahan cuaca mendadak. Serta adanya potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang selama 10 hari ke depan.

“Wilayah dengan topografi curam atau bergunung dan tebing, diharapkan lebih waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem. Selain itu, masyarakat juga dihimbau untuk selalu memantau kondisi cuaca terkini, berdasarkan citra radar cuaca WOFI melalui website: https://stamet-juanda.bmkg.go.id/radar,” tutuenya.

Ia menjelaskan, diperkirakan wilayah yang terdampak, meliputi Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, Jember, Magetan, Mojokerto, Blitar, Bojonegoro, Jombang, Kediri, Malang, Nganjuk, Ngawi. Kemudian Kabupaten Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Pamekasan, Sumenep, Trenggalek, Pacitan. Selanjutnya, Kota Batu, Kediri, Pasuruan, Malang, Probolinggo, Blitar dan Madiun. (wul/rhd)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id