Retribusi Gedung Parkir Kayutangan Tembus Rp1,5-3 Juta per Hari, Dishub Komitmen Tingkatkan Layanan

Retribusi Gedung Parkir Kayutangan Tembus Rp1,5-3 Juta per Hari, Dishub Komitmen Tingkatkan Layanan
Gedung Parkir Kayutangan dibangun sebagai solusi parkir yang tertata dan transparan. (bas)

Malang, SERU.co.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang mencatat perolehan retribusi Gedung Parkir Kayutangan tembus Rp1,5-3 juta per hari. Tingginya perolehan tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat, sehingga Dishub berkomitmen meningkatkan layanan yang menjadi evaluasi.

Kepala Bidang Parkir Dishub Kota Malang, Rahmat Hidayat ST MLing mengungkapkan, keberadaan gedung parkir mulai menunjukkan kontribusi signifikan terhadap pendapatan retribusi parkir. Pada hari biasa, pendapatan retribusi parkir pada kisaran Rp1,5 juta per hari.

Bacaan Lainnya

“Kalau akhir pekan, nilainya meningkat hingga dua kali lipat. Ini menunjukkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan Gedung Parkir Kayutangan terus meningkat,” seru Rahmat, Jumat (23/1/2025).

Pengunjung kawasan Kayutangan Heritage wajib memarkir kendaraan di Gedung Parkir Kayutangan. (bas)
Pengunjung kawasan Kayutangan Heritage wajib memarkir kendaraan di Gedung Parkir Kayutangan. (bas)

Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat, tingkat keterisian Gedung Parkir Kayutangan terpantau stabil. Diakuinya, peningkatan signifikan terjadi pada akhir pekan, terpantau sejak tiga pekan beroperasi.

“Pada hari biasa, jumlah kendaraan yang parkir berkisar antara 750 hingga 1.000 unit. Sementara di akhir pekan, jumlah kendaraan yang masuk bisa mencapai maksimal 2.000 unit secara bergantian,” ungkapnya.

Meski demikian, Dishub Kota Malang tetap melakukan peningkatan layanan dari evaluasi operasional. Termasuk menampung keluhan dari masyarakat dan pelaku usaha yang menggunakan layanan tersebut.

Diakuinya, beberapa pengguna kendaraan roda dua (R2) mengeluhkan penempatan parkir di lantai dua yang belum memiliki atap. Akibatnya, kendaraan terpapar langsung terik matahari dan hujan.

“Solusinya, pada hari biasa, kami tempatkan kendaraan R2 di basement. Untuk mobil tidak masalah terkena panas, sehingga kami alihkan di lantai atas,” kata Rahmat.

Sementara, pada akhir pekan, dilakukan penyesuaian dengan menempatkan kembali kendaraan R2 di lantai dua. Sedangkan kendaraan roda empat bergantian menggunakan area basement.

“Penataan ini khusus saat akhir pekan dan sore menjelang malam. Jika mobil ditempatkan di lantai dua, kapasitasnya tidak bisa menampung sesuai perencanaan awal,” jelasnya.

Ia menuturkan, akan terus meningkatkan layanan di Gedung Parkir Kayutangan demi kenyamanan masyarakat. Rahmat menyebut, fondasi bangunan masih memungkinkan ditinggikan sampai enam lantai. Namun, belum ada rencana meninggikan dalam waktu dekat, mengingat keterbatasan anggaran.

“Kami akan tetap menerima masukan masyarakat untuk meningkatkan kualitas layanan. Petugas Dishub juga rutin melakukan patroli guna memastikan tidak ada lagi yang parkir sembarangan,” tegasnya.

Sementara, salah satu penitip sepeda motor, Nina mengatakan, dirinya telah puas dengan kehadiran Gedung Parkir Kayutangan. Wanita asal Karangploso itu menilai, kawasan Kayutangan lebih rapi setelah gedung parkir beroperasi.

“Penempatan parkir sepeda motor di basement juga sudah pas, supaya tidak kepanasan. Hanya saja, saya berharap ke depan diterapkan sistem e-parking untuk memudahkan pembayaran,” ujarnya.

Senada, penitip sepeda motor lainnya, Dika Perdana menilai, layanan Gedung Parkir Kayutangan sudah bagus. Menurutnya, dari sisi jumlah petugas juga sudah mencukupi untuk melayani pengunjung.

“Adanya gedung parkir menjadikan kawasan parkir lebih tertata dan terjamin keamanannya. Menurut saya, yang perlu diperhatikan Pemkot Malang adalah JPO di depannya, harus dijaga kebersihannya, agar pengunjung yang datang jadi nyaman,” tandasnya. (bas/rhd)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id