OJK Malang Sebut Industri dan Sektor Jasa Keuangan Tumbuh Positif Hingga Desember 2025

OJK Malang Sebut Industri dan Sektor Jasa Keuangan Tumbuh Positif Hingga Desember 2025
Kepala OJK Malang, Farid Faletehan menjelaskan, industri dan sektor jasa keuangan tumbuh positif. (rhd)

Malang, SERU.co.id – Perkembangan industri dan sektor jasa keuangan di wilayah kerja OJK Malang terjaga stabil dengan kinerja baik. Ditandai pertumbuhan kredit, pembiayaan Bank Umum Syariah, BPRS, hingga aset perbankan tumbuh positif.

Kepala OJK Malang, Farid Faletehan menyampaikan, perkembangan industri jasa keuangan di wilayah kerja OJK Malang. Dimana sektor jasa keuangan di wilayah kerja OJK Malang terjaga stabil dengan kinerja yang terpantau baik sampai bulan Desember 2025.

Bacaan Lainnya

“Kinerja intermediasi sektor perbankan meningkat dengan profil risiko yang terjaga dan likuiditas di level yang memadai,” seru Farid, sapaan akrabnya, dalam siaran pers OJK Malang periode Desember 2025, Kamis (22/1/2026).

Pada November 2025, kredit tumbuh 4,53 persen (yoy) menjadi sebesar Rp109,06 triliun. Catatan ini dikontribusikan pada sektor:

  • rumah tangga sebesar 29,85 persen;
  • perdagangan besar dan eceran; reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor sebesar 19,42 persen; serta
  • industri pengolahan sebesar 16,53 persen.

Sementara, pertumbuhan kredit tersebut ditopang oleh pertumbuhan kredit investasi sebesar 8,97 persen (yoy). Secara nasional, kredit investasi mencatatkan pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 17,98 persen (yoy), ditopang oleh sektor pertambangan dan industri pengolahan.

“Pertumbuhan kredit investasi tersebut merupakan pertumbuhan tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Hal ini menunjukkan peran perbankan dalam pembiayaan ekspansi dan peningkatan kapasitas sektor riil dalam mendukung pertumbuhan jangka panjang,” beber Farid.

Penyaluran kredit/pembiayaan perbankan di wilayah kerja OJK Malang. (dok. OJK Malang)
Penyaluran kredit/pembiayaan perbankan di wilayah kerja OJK Malang. (dok. OJK Malang)

Pembiayaan Bank Umum Syariah (BUS) tumbuh 5,37 persen (yoy) posisi 30 November 2025, sedangkan pembiayaan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) tumbuh 23,26 persen (yoy). Pertumbuhan DPK Bank Umum Syariah mencapai 10,16 persen (yoy), sedangkan BPRS mencapai 13,44 persen (yoy).

“Pertumbuhan penyaluran pembiayaan dan penghimpunan DPK bank syariah tumbuh signifikan dibanding BPRS,” imbuhnya.

Aset perbankan yang berlokasi di 7 (tujuh) wilayah kerja KOJK Malang tumbuh 8,36 persen yoy mencapai Rp184,97 triliun per 30 November 2025. Perbankan dimaksud terdiri dari:

  • 35 (tiga puluh lima) entitas Bank Umum Konvensional (BUK),
  • 6 (enam) Bank Umum Syariah (BUS),
  • 48 (empat puluh delapan) BPR, dan
  • 6 (enam) BPRS.

Adapun risiko kredit yang tercermin dari rasio NPL mengalami peningkatan 0,25 persen yoy dari 2,47 persen (November 2024) menjadi 2,72 persen (November 2025). (rhd)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id