Era Gus Fawait PAD Jember Peringkat 1 Sekarkijang & Peringkat 5 se-Jatim

Era Gus Fawait PAD Jember Peringkat 1 Sekarkijang & Peringkat 5 se-Jatim
Bupati Jember Muhammad Fawait. (ist)

Jember, SERU.co.id – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jember menjadi peringkat 1 se-Karisidenan Besuki (Sekarkijang), sekaligus peringkat 5 dari 38 Kabupaten/Kota se-Jatim. Capaian ini hanya terjadi di era Bupati Gus Fawait, diperoleh setelah PAD Jember menembus angka di atas Rp1 triliun.

Bupati Jember, Muhammad Fawait menyampaikan, pencapaian ini bukan sekadar angka. Melainkan penanda perubahan paradigma.

Bacaan Lainnya

“Jember membuktikan, peningkatan PAD tidak harus ditempuh dengan menaikkan tarif pajak dan retribusi yang membebani rakyat,” seru Gus Fawait, sapaan akrabnya, Selasa (22/1/2026).

Menurut Gus Fawait, pajak dan retribusi tidak boleh menjadi alat yang mencekik masyarakat. Justru harus dikelola untuk membangun peradaban masyarakat.

“Pajak dan retribusi harus kita kelola sebagai instrumen untuk membangun peradaban dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Gus Fawait menambahkan, saat ini situasi nasional sedang memperketat fiskal dan efisiensi anggaran. Sementara Pemkab Jember justru mengambil langkah yang berbeda.

“Kami tidak menaikkan tarif pajak, kami malah melakukan penurunan retribusi pasar. Penggratisan retribusi parkir hingga pengurangan, bahkan pembebasan pajak tertentu pada momentum strategis,” paparnya.

Menurutnya, kebijakan tersebut bukan keputusan populis tanpa hitung-hitungan. Melainkan berdasarkan analisis berbasis data dan kajian mendalam.

“Kami juga hitung dampaknya terhadap aktivitas ekonomi dan kebutuhan wajib pajak. Ketika masyarakat diberi ruang bernapas, ekonomi bergerak dan PAD justru tumbuh,” tambahnya.

Selain itu, faktor penentu lainnya adalah integrasi dan kolaborasi lintas OPD penghasil PAD. Sekat birokrasi yang selama ini memperlambat kinerja dilebur menjadi kerja bersama yang cair dan adaptif.

“Saya tidak ingin OPD berjalan sendiri-sendiri. Target PAD adalah target bersama, tidak boleh ada ego sektoral, yang ada adalah kolaborasi,” tandasnya. (sgt/rhd)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id