Bandung, SERU.co.id – Cuaca ekstrem kembali memicu terjadinya bencana di sejumlah wilayah Indonesia. Tanah longsor di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, menyebabkan delapan orang meninggal dan 82 dinyatakan hilang. Banjir bandang menerjang kawasan wisata Guci di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, menyebabkan rusaknya fasilitas umum dan memutus akses warga.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, di Bandung Barat, sedikitnya delapan orang meninggal dunia akibat tanah longsor. Longsor melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, setelah diguyur hujan dengan intensitas tinggi.
“Material longsoran menimbun permukiman warga. 23 orang berhasil selamat, sedangkan 82 warga masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian. Bencana ini berdampak pada 34 kepala keluarga atau sekitar 113 jiwa,” seru Abdul, dikutip dari CNBC Indonesia, Minggu (25/1/2026).
Abdul menyatakan, BPBD Kabupaten Bandung Barat telah melakukan kaji cepat dan asesmen awal. Sekaligus mengerahkan upaya penanganan darurat bersama lintas instansi.
“Pendataan lanjutan dan pemantauan masih terus dilakukan. Termasuk proses pencarian korban serta penilaian kebutuhan darurat,” ujarnya.
Kabupaten Bandung Barat saat ini berstatus siaga darurat bencana banjir, banjir bandang, cuaca ekstrem dan tanah longsor hingga 30 April 2026. Status siaga serupa juga telah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk seluruh wilayah provinsi.
Sementara itu, TNI melalui Kodam III/Siliwangi ikut terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi korban. Kepala Penerangan Kodam III/Siliwangi, Kolonel Inf Mahmuddin menyebut, pencarian menghadapi kendala berat. Terutama akibat cuaca buruk dan kondisi material longsoran yang masih bergerak.
“Air masih terus mengalir dan material longsor masih turun. Alat berat belum dapat diturunkan,” jelasnya.
Sementara itu, di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, banjir bandang kembali menerjang kawasan wisata Guci, Sabtu (24/1/2026). Plh Bupati Tegal, Ahmad Kholid menyebut, dampak banjir kali ini jauh lebih parah dibandingkan kejadian serupa pada Desember 2025.
“Banjir bandang menyebabkan tiga jembatan utama putus dan akses antar kawasan lumpuh total. Tak hanya itu, sejumlah fasilitas pemandian air panas rusak parah. Termasuk Pancuran 5 dan Pancuran 13 yang dilaporkan hancur diterjang derasnya arus air.
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya menyampaikan, arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penanganan bencana. Prabowo meminta proses pencarian terhadap korban hilang agar cepat dilakukan.
“Pak Presiden meminta segera turun ke lokasi dan memastikan koordinasi cepat penanganan pascabencana,” ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani mengatakan, adanya gangguan atmosfer. Hal tersebut mendorong pertumbuhan awan hujan secara signifikan. Kondisi ini berpotensi memicu banjir, tanah longsor, hingga gangguan transportasi darat, laut dan udara.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan. Dengan kesiapsiagaan baik dan rutin memantau informasi resmi BMKG, risiko dampak cuaca ekstrem dapat diminimalkan,” pungkasnya. (aan/rhd)








