Malang, SERU.co.id – Sekolah Rakyat di Kota Malang berencana menerapkan Kegiatan Belajar dan Mengajar (KBM) terkoneksi Artificial Intelligence (AI). Untuk itu, Diskominfo Kota Malang menyusun silabus pembelajaran digital AI bersama Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 Kota Malang.
Kepala Diskominfo Kota Malang, Muhammad Nur Widianto SSos mengungkapkan, penyusunan silabus tersebut kini masih dalam tahap pembahasan. Pihaknya sudah mengkoordinasikan hal tersebut dengan pihak Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 Kota Malang.
“Sedang kami bahas silabus materi pembelajaran yang meliputi pengenalan AI, pemanfaatan media sosial, serta teknologi informasi dan komunikasi. Koordinasi dengan sekolah sudah kami lakukan,” seru Widianto, sapaan akrabnya.
Inisiasi tersebut bertujuan mendekatkan pelajar Sekolah Rakyat dengan perkembangan teknologi digital. Sekaligus membangun pola pikir kritis dan bijak dalam pemanfaatan AI dan realita kehidupan nyata.
Ia menekankan, pemahaman teknologi sejak dini dinilai penting sebagai langkah preventif, agar pelajar tidak mudah terpapar dampak negatif dunia maya. Mulai dari hoaks, pornografi, judi daring, hingga praktik perundungan di media sosial.
“Usia siswa ini berada pada fase krusial. Jika dibekali pemahaman yang benar sejak awal, mereka bisa lebih terlindungi,” ungkapnya.
Selain menyiapkan silabus, Diskominfo Kota Malang juga siap menurunkan tim internal untuk membantu proses penyampaian materi pembelajaran. Hal tersebut dilakukan dengan tetap memperhatikan metode dan pendekatan yang sesuai dengan usia peserta didik.
“Harapannya, silabus pembelajaran tidak hanya diterapkan sekali, tetapi bisa digunakan secara periodik dan berkelanjutan. Tentunya, tanpa mengabaikan sistem pembelajaran yang telah berjalan di sekolah,” jelasnya.
Senada, Kepala SRMP 16 Kota Malang, Dr Rida Afrilyansanti MPd mengatakan, pembelajaran AI sangat penting. Sehingga, kehadiran silabus literasi digital sangat dibutuhkan sekolah dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap perkembangan teknologi.
“Latar belakang anak-anak kami beragam. Ada yang sudah sedikit mengenal teknologi, tetapi ada juga yang benar-benar belum,” kata Rida.
Ia menjelaskan, gambaran awal penerapan silabus akan disesuaikan dengan capaian pembelajaran mata pelajaran TIK serta coding. Saat ini pelajaran tersebut dijadwalkan dua jam pelajaran setiap pekan.
“Kami sedang menunggu finalisasi silabus dari Diskominfo Kota Malang untuk segera diimplementasikan. Kami berharap, ini bisa menjadi panduan bagi guru, khususnya dalam pendampingan penggunaan teknologi dalam KBM,” tutur Alumni Pascasarjana UM itu.
Diakuinya, anak didiknya kini sedang proses adaptasi dengan teknologi, dengan laptop gratis pemberian pemerintah pusat. Memang tak mudah, masih dibutuhkan waktu adaptasi, mengingat hampir semua siswa selama ini tak memiliki penunjang belajar berbasis teknologi.
“Ke depan, setiap siswa direncanakan memperoleh satu unit laptop. Nantinya dilengkapi sistem terintegrasi guna memudahkan akses materi pembelajaran, penugasan, serta pelaksanaan evaluasi oleh guru dan siswa,” tandasnya. (bas/rhd)








