Batu, SERU.co.id – Tren tanaman hias di awal tahun 2026 menunjukkan pergeseran menarik. Setelah beberapa tahun didominasi oleh jenis variegata, kini perhatian para kolektor beralih pada Anthurium Hookeri dan Obor Pink kini menjadi buruan utama.
Lonjakan permintaan ini dirasakan langsung oleh para pelaku usaha tanaman hias, salah satunya adalah Erick Hadi Wijaya (40). Seorang petani sekaligus pengusaha tanaman hias asal Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo. Menurut Erick, tren kenaikan minat terhadap Anthurium Hookeri dan Obor Pink sudah mulai terlihat sejak akhir tahun lalu dan meningkat di awal tahun 2026. .
”Awal tahun ini permintaannya luar biasa. Kolektor mulai mencari tanaman yang tidak hanya indah, tapi juga memiliki daya tahan yang baik. Anthurium Hookeri dan Obor Pink punya kriteria itu,” seru Erick saat ditemui SERU.co.id di kebunnya.
Saat ditanya kemungkinan alasan meningkatnya 2 jenis tanaman hias tersebut, Erick mengaku belum tahu secara pasti. Namun, Anthurium Hookeri memang dikenal sebagai tanaman yang gagah dengan daun yang tebal. Sementara Obor Pink memang memiliki gradasi warna merah muda yang menyala.
“Dua tanaman ini memang dirasa sangat cocok dengan selera dekorasi interior yang lebih minimalis namun tetap berkarakter,” tuturnya.
Merespons tren yang terus meroket, Erick kini fokus mengalihkan sebagian besar produksinya untuk menyiapkan bibit kedua jenis tanaman tersebut. Langkah ini diambil agar ia tidak kehilangan momentum pasar. Yang dilakukannya setiap hari adalah mempercepat proses pembenihan dan pemisahan anakan.
”Saya juga mulai mengirim bibit ke berbagai kota melalui penjualan online, terutama sesama penggemar dan petani tanaman hias ini,” imbuh penggemar burung berkicau ini pula.
Ia juga berharap, kenaikan tren ini mampu menggerakkan roda ekonomi khususnya di sektor tanaman hias. Khususnya di wilayah Kota Batu yang dikenal sebagai gudangnya tanaman hias berkualitas.
“Semoga tren ini terus membaik, supaya usaha kami bisa berkembang dan bisa mencukupi kebutuhan untuk keluarga,” pungkasnya. (dik/mzm)








