Desember, Budaya Kebut Proyek

SAYA sepakat dengan pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyesalkan adanya proses tender yang lama dalam sistem e-tendering proyek di kementerian maupun lembaga lainnya, sehingga proyek itu kerap dikerjakan menjelang akhir tahun dan dikebut dalam waktu singkat. Akhirnya kualitas bangunannya jelek.

Pada kesempatan itu Kepala Negara mengatakan bahwa lamanya proses tender itu mengakibatkan masa pengerjaan proyek lebih singkat sehingga kualitas pembangunan menjadi tidak maksimal. Hasilnya, ada bangunan yang ambruk.

Peristiwa teranyar terjadi di Sekolah Dasar (SD) Negeri Gentong, Pasuruan, Jawa Timur. Atap bangunan sekolah itu ambruk, Selasa 5 November kemarin, menewaskan dua orang yakni guru dan murid.

Melihat hal demikian, saya menjadi khawatir dengan proyek yang dikebut pada masa akhir tahun atau harus selesai dengan akhir tahun anggaran. Seperti di Kota Malang, saya sangat khawatir dengan kualitas beberapa bangunan yang harus dikebut dengan tenggang waktu yang amat pendek.

Nah, pada bulan ini (Desember 2019) saya yakin banyak pekerjaan yang dideadline harus selesai pada pertengahan bulan ini. Misalnya bangunan pasar, sekolahan, rumah sakit atau fasilitas umum lainnya. Kalau pekerjaan itu dikebut kemudian mengabaikan kualitasnya pasti akan membahayakan orang lain.

Melalui kesempatan ini saya hanya bisa mengingatkan beberapa pihak terkalit faktor keamanan. Jadi, jangan hanya mengutamakan gugur kewajiban dan mencari keuntungan sebesar-besarnya dengan mengorbankan kualitas. kalau ini terjadi yang dirugikan pasti masyarakat. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *