UM Kukuhkan Prof Poppy, Prof Agus Heri, Prof Samawi, Prof Syamsul dan Prof Hartatiek

UM Kukuhkan Prof Poppy, Prof Agus Heri, Prof Samawi, Prof Syamsul dan Prof Hartatiek
UM Kukuhkan Prof Poppy, Prof Agus Heri, Prof Samawi, Prof Syamsul dan Prof Hartatiek. (ist)

Malang, SERU.co.id – Universitas Negeri Malang (UM) mengukuhkan lima Guru Besar (Gubes) baru di Graha Cakrawala, Kamis (5/2/2026). Di antaranya: Prof Ir Rr Poppy Puspitasari SPd MT PhD (Fakultas Teknik), Prof Dr Agus Hery Supadmi Irianti MPd (Fakultas Teknik), Prof Dr Ahmad Samawi MHum (Fakultas Ilmu Pendidikan), Prof. Syamsul Bachri SSi MSc PhD (Fakultas Ilmu Sosial) dan Prof Dr Hartatiek MSi (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam)

Pengukuhan Guru Besar ini menjadi bukti nyata kontribusi UM terhadap pengembangan ilmu pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan global. Sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs)

Bacaan Lainnya

Prof Ir Rr Poppy Puspitasari SPd MT PhD

Prof Ir Rr Poppy Puspitasari SPd MT PhD dikukuhkan sebagai guru besar bidang Rekayasa Nanomaterial dari Fakultas Teknik (FT). Dalam pidato pengukuhannya, Prof Poppy membawakan, orasi berjudul “Size Does Matter: Merancang Fungsi Material dari Skala Nano”.

“Rekayasa Nanomaterial adalah disiplin yang merancang fungsi material melalui pengendalian struktur, kimia permukaan dan interaksi antarmuka pada skala mikro–nano. Sehingga kinerja yang dihasilkan bukan sekadar ‘lebih kecil’ atau ‘lebih halus’, tetapi lebih terarah, terukur dan dapat direplikasi pada kondisi kerja nyata,” seru Prof Poppy, sapaan akrabnya.

Menurutnya, saat struktur direkayasa hingga nano, rasio luas permukaan/volume meningkat tajam. Membuat fenomena yang sebelumnya dianggap sekunder, seperti energi permukaan, gaya antarmolekular, adsorpsi, keterbasahan, hingga transport massa dan panas. Khususnya pada lapisan tipis bergeser menjadi faktor penentu performa.

“Sehingga rekayasa nanomaterial yang matang bukan sekadar memperkecil ukuran partikel, melainkan membangun aturan desain lintas aplikasi,” imbuhnya.

Situs aktif harus dirancang (nanokatalis), penguatan hanya nyata bila dispersi–interphase terkendali (nano-reinforced), fungsi lahir di film dan tribofilm (nanolubricant). Serta performa termal adalah optimasi multi-objektif (nanofluids).

“Pada ujungnya, semua kembali ke satu kesimpulan praktis, fungsi lahir dari antarmuka, antarmuka hanya bekerja bila stabil, dan stabilitas hanya bermakna bila diterjemahkan menjadi kinerja sistem yang terukur,” tandasnya.

Prof Ir Rr Poppy Puspitasari SPd MT PhD dan Prof Dr Agus Hery Supadmi Irianti MPd. (rhd)
Prof Ir Rr Poppy Puspitasari SPd MT PhD dan Prof Dr Agus Hery Supadmi Irianti MPd. (rhd)

Prof Dr Agus Hery Supadmi Irianti MPd

Prof Dr Agus Hery Supadmi Irianti MPd dikukuhkan sebagai guru besar bidang Kependidikan dan Pembelajaran Vokasional Bidang Busana dari Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP). Dalam pidato pengukuhannnya, Prof Agus Hery menyampaikan, orasi berjudul “Mempertahankan makna Filosofi Motif Batik dengan Teknik Grading”.

“Teknik grading sudah dimanfaatkan dan diajarkan di pendidikan, namun grading lazim digunakan untuk menggrading pola di industri,” ucap Prof Agus Hery.

Selama ini pembuatan kemeja batik bermotif besar hanya bisa dikerjakan secara konstruksi. Teknik konstruksi ini hanya bisa dikerjakan satuan, tidak bisa dilakukan secara massal. Oleh sebab itu, permasalahan bullying dan body shaming yang berkaitan dengan batik dan bentuk tubuh ini perlu dicarikan solusi.

“Sudah menjadi tugas profesional dosen melihat permasalahan dan mencari solusi melalui riset. Untuk mempertahankan makna filosofis motif batik khusus dan untuk melawan body shaming di industri fashion, maka dilakukan penelitian,” ujarnya.

Penelitian melibatkan 349 dosen dan mahasiswa dari UM, UNESA, dan UPI ini menerapkan sampel. Bertujuan menggabungkan proses kreasi dan SEM-PLS (Structural Equation Modeling-Partial Least Squares) untuk menganalisis teknik grading pola, minat penjahit dan teknik grading motif.

“Pendekatan SEM-PLS digunakan untuk memeriksa korelasi antara variabel eksogen (X) dan variabel endogen (Y1 dan Y2). Dengan penekanan khusus pada faktor-faktor yang memengaruhi keinginan penjahit untuk menerapkan proses grading pola dan motif,” ucapnya.

Penerapan grading merupakan hal yang memberdayakan dan menguntungkan secara profesional bagi pelaku fashion. Implementasi solusi desain inklusif, yang didasarkan pada ketelitian teknologi dan kesadaran budaya, secara efektif mengatasi rasa malu terhadap bentuk tubuh.

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id