Komite Ekraf Agrokreatif Batu Dorong ATV Jadi ‘Etalase’ Utama Potensi Lokal

Komite Ekraf Agrokreatif Batu Dorong ATV Jadi 'Etalase' Utama Potensi Lokal
Kegiatan diskusi "Selosowan" antara Kepala Diskominfo Batu dengan Pengurus KEK Batu dan LPPL Agropolitan Televisi. (Dok. KEK Batu)

Batu, SERU.co.id – Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) Agrokreatif Kota Batu mendorong transformasi besar bagi Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Agropolitan TV (ATV). Dalam rapat koordinasi strategis “Selosowan” yang digelar, Selasa (3/2/2026), ATV diproyeksikan tidak lagi sekadar menjadi media penyiaran konvensional, melainkan sebagai “corong” utama bagi potensi ekonomi kreatif daerah.

​​Ketua Komite Ekraf Agrokreatif, Muhammad Anwar menekankan, ATV harus menjadi panggung utama bagi narasi kearifan lokal, terutama di sektor gastronomi. Menurutnya, kekayaan pertanian dan kuliner Batu perlu dikemas dalam konten berkualitas dari hulu hingga hilir. Langkah ini diyakini akan memperkuat status Kota Batu sebagai Kota Kreatif di tingkat nasional maupun internasional.

​”Pemanfaatan media penyiaran publik untuk mempromosikan gastronomi lokal akan meningkatkan nilai tawar daerah secara signifikan. Kita harus memastikan kearifan lokal kita tetap relevan dan mampu bersaing di
era global,” seru Anwar.

Bacaan Lainnya

​​Senada, Koordinator Batu Creative Hub (BCH), Alan Hafiludin menjelaskan, redefinisi peran ATV sangat penting dilakukan. Dengan menjadi pusat inovasi digital, Kota Batu berpeluang menarik program strategis nasional, seperti Garuda Spark dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). ​ATV juga diharapkan mampu beradaptasi dengan model konten yang lebih modern, dinamis, interaktif, dan tajam.

“Konten ini dapat didistribusikan pula melalui YouTube dan Spotify pada jam-jam Digital Time,” tutur Alan yang juga merupakan Konsultan Digital Marketing.

Sementara itu, ​Kepala Dinas Kominfo Kota Batu, Aries Setiawan SSTP, menyambut baik visi ini sebagai mandat strategis mendukung Visi Daerah 2045. Untuk merealisasikannya, Pemkot Batu tengah menyiapkan langkah taktis penguatan tata kelola (governance), termasuk pengisian struktur Direksi dan Dewan Pengawas yang independen. ​Melalui kerangka kerja “MBATU SAE” (Program, Stakeholders, Resources, Content, Feedback, Impact) sebagai peta jalan akselerasi.

“Dengan kolaborasi antara Diskominfo, Disparta, BCH, dan Komite Ekraf ini ditargetkan ATV menjadi motor penggerak ekonomi yang nyata bagi masyarakat Malang Raya,” pungkasnya. (dik/mzm)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id