Jember, SERU.co.id – Dalam peringatan satu abad Nahdlatul Ulama (NU), Bupati Jember, Muhammad Fawait, menegaskan identitas serta komitmennya terhadap organisasi yang telah membesarkannya. Dia menyatakan bahwa jabatan yang diembannya saat ini tidak akan pernah melepaskan jati dirinya sebagai seorang santri dan kader tulen NU.
“Saya adalah kader NU yang kebetulan hari ini menjadi bupati, bukan bupati yang kebetulan menjadi NU,” seru Gus Fawait, sapaan akrabnya, di hadapan ribuan jemaah yang hadir, Minggu (1/2/2026).
Memasuki tahun pertama masa kepemimpinannya, Bupati Fawait secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan dalam birokrasi dan tata kelola pemerintahan. Dia pun memohon restu serta doa dari para kiai, nyai, dan seluruh warga Nahdliyin agar ke depannya Jember dapat melangkah lebih maju.
“Mudah-mudahan dalam sisa masa jabatan ini, pengabdian kami kepada Kabupaten Jember, termasuk dedikasi terhadap NU, bisa jauh lebih baik dibandingkan hari ini,” ujarnya.
Dia menegaskan, fokus utamanya bagi NU di Jember adalah terciptanya kolaborasi erat demi kemaslahatan umat. Salah satu komitmen nyata yang dia tekankan adalah terkait kesejahteraan dan akses pendidikan bagi para santri serta siswa di seluruh pelosok Jember.
“Pada pertengahan tahun ini, program beasiswa untuk seluruh siswa dan santri se-Kabupaten Jember akan segera direalisasikan secara menyeluruh,” paparnya.
Lebih lanjut, Gus Fawait itu mengajak seluruh elemen NU untuk terus mendoakan keselamatan bangsa dan para pemimpin negara. Agar Indonesia tumbuh menjadi negara yang lebih tangguh dan maju.
“Kami meminta para kiai untuk tidak segan menegur dirinya jika ada kebijakan pemerintah yang dirasa melenceng dari nilai-nilai ke-NU-an dan prinsip kesantrian,” paparnya.
Menutup pernyataannya, Gus Fawait kembali menegaskan kesiapannya untuk terus bersinergi dengan NU dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dia berharap komunikasi antara pemerintah daerah dan PCNU dapat terus ditingkatkan demi kepentingan masyarakat Jember secara luas.
“Saya lahir dari rahim NU, dan insyaallah saya siap terus berjuang bersama NU untuk mempertahankan NKRI,” tandasnya.
Sebagai informasi, kegiatan harlah 1 abad NU diselenggarakan di Alun-Alun Jember Nusantara. Kegiatan tersebut dihadiri oleh tokoh NU Jember dan ribuan jemaah. (sgt/ono)








