Tren Fashion 2026 Kian Cepat, Masyarakat Didorong Kenali Identitas dan Gaya Personal

Tren Fashion 2026 Kian Cepat, Masyarakat Didorong Kenali Identitas dan Gaya Personal
Ilustrasi tren fashion 2026. (AI Generated)

Jakarta, SERU.co.id – Perubahan tren fashion semakin cepat membuat pelaku industri dan konsumen dituntut lebih selektif menentukan gaya. Alih-alih sekadar mengikuti arus, tren 2026 mendorong masyarakat kembali mengenali identitas dan kenyamanan diri. Tren tahun depan pun dinilai mengarah pada busana adaptif, elegan dan berkelanjutan.

Perubahan tren fashion yang semakin cepat membuat pelaku industri dan konsumen dituntut lebih selektif dalam menentukan gaya. Alih-alih sekadar mengikuti arus, tren 2026 dinilai mendorong masyarakat untuk kembali mengenali identitas dan kenyamanan diri.

Bacaan Lainnya

Gaya Personal Lebih Penting dari Sekadar Tren

Creative Director of The Canopy Room, Anita Anastasia menilai, mengikuti tren tanpa memahami kebutuhan pribadi justru membuat gaya terasa cepat usang.

“Jangan ikuti tren. Pokoknya cari yang memang nyamannya kalian seperti apa, stylenya kalian seperti apa,” seru Anita, dikutip dari MSN, Sabtu (31/1/2026).

Menurut Anita, terlalu fokus mengejar perubahan tren hanya membuat seseorang berganti gaya tanpa benar-benar mengenal karakter diri sendiri. Ia menekankan, pentingnya memahami preferensi personal sebelum memilih busana.

“Lebih baik cari style kalian seperti apa. Nnyamannya seperti apa, produk apa dan kriteria yang kalian cari seperti apa,” tutupnya.

Wastra Nusantara dan Fashion Lebaran 2026

Ketua Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Jawa Timur, Lia Afif menyebut, tren busana 2026 masih berpijak pada kesan elegan. Namun dengan pendekatan lebih adaptif terhadap kebutuhan zaman.

“Yang ditampilkan adalah warna-warna navy blue, cokelat tua dan koleksinya tetap menggunakan wastra. Kain Nusantara tetap ada sebagai identitas,” kata Lia, dilansir dari Kompascom.

Ia menjelaskan, sejumlah motif klasik kembali mendapat tempat di tahun 2026. Seperti motif bunga dan kotak-kotak kembali tren. Menurut Lia, busana Lebaran kini tidak lagi terpaku pada satu gaya baku.

“Lebaran sekarang macam-macam kebutuhannya. Ada yang simple supaya nyaman, ada yang untuk bepergian, ada juga yang formal. Jadi desainer menyediakan banyak pilihan,” katanya.

Lia juga menilai, perubahan tren lebih banyak terjadi pada aspek visual seperti warna dan siluet. Sementara konsep dasar fashion sejatinya terus berulang.

“Tren itu muter. Dulu oversize ramai, sekarang balik lagi. Motif tabrakan kotak-kotak juga dulu sudah ada, sekarang muncul lagi,” ujarnya.

Menurut Lia, imajinasi perancang menjadi kunci utama dalam menciptakan karya yang relevan dengan zaman. Terutama tanpa kehilangan nilai estetika dan fungsi.

Warna Gelap hingga Elevated Casual Pilihan Anak Muda

Berdasarkan laporan WGSN dan Coloro, tren warna fashion 2026 bergerak ke nuansa lebih dalam dan reflektif. Warna-warna gelap dengan kesan futuristik dan digital semakin mendominasi.

Future Dusk ditetapkan sebagai Color of the Year 2026. Warna ungu gelap dengan sentuhan biru ini berada di antara midnight blue dan violet. Memancarkan kesan misterius, modern, sekaligus mewah. Selain Future Dusk, hijau kebiruan dan oranye terang juga mencuri perhatian.

Busana tak lagi hanya dituntut indah, tetapi juga fleksibel dan relevan untuk dunia nyata maupun digital. Sejumlah gaya utama pun mencuat:

  1. Office Siren & Corp-Core

    Workwear era 90-an berevolusi menjadi lebih berani. Rok pensil, kemeja pas badan, blazer tegas, dan kacamata bingkai kecil. Gaya ini merepresentasikan perempuan karier yang tajam, berdaya dan percaya diri.

  2. Gorpcore 2.0: Fashion Tanggap Iklim

    Cuaca yang makin tak menentu mendorong lahirnya fashion fungsional. Jaket windbreaker bersaku banyak, bahan waterproof hingga pakaian berteknologi ventilasi udara kini menjadi estetika utama.

  3. Indie Sleaze Revival

    Skinny jeans perlahan kembali. Dipadukan dengan kaos band usang, jaket kulit biker dan riasan mata smudged eyeliner.

Sementara itu, laporan Shopkeepsake.com mencatat fashion anak muda kini lebih menekankan keaslian gaya dibanding sekadar viralitas. Dari sini muncul tren elevated casual, dengan elemen utama:

  1. Oversized items, seperti wide-leg jeans, hoodie longgar dan celana relaxed fit.
  2. Layering berstruktur, memadukan blazer tegas dengan sneakers dan busana santai.
  3. Sentuhan athleisure, berupa track pants, jaket sporty, atau sweat set yang tetap stylish.
  4. Aksesori playful, seperti tas statement, kacamata unik dan perhiasan bold.

 

(aan/rhd)

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id