Malang, SERU.co.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Budiar Anwar menyebutkan, proyek jalan Tol Malang-Kepanjen akan dikaji ulang oleh pemerintah pusat. Hal tersebut dilakukan karena anggaran untuk pembangunan tol tersebut cukup besar.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Budiar Anwar membeberkan, dari hasil penghitungan awal pembangunan jalan tol itu diperkirakan menghabiskan anggaran mencapai Rp10 triliun.
“Sudah kami sampaikan saat ketemu dengan Bu Direktur PUPR, Bu Erna terkait pembiayaan jalan tol. Mereka menyampaikan bahwa memang harganya feasibility study-nya (studi kelayakan) itu tinggi, itu hampir Rp10 triliun,” seru Budiar, saat dikonfirmasi SERU.co.id.
Dirinya menerangkan, rencana pembangunan jalan Tol Malang-Kepanjen ini merupakan rencana strategis (Renstra) pada tahun 2019 lalu. Namun sempat terhambat karena wabah Covid-19 melanda dunia.
“Sudah masuk Renstra 2019. Tapi karena perjalanan waktu, terus ada Covid kemudian ada efisiensi, kemudian akhirnya mundur. Mungkin salah satunya investor dan sebagainya,” tuturnya.
Budiar mengatakan, pihaknya sudah meminta pihak Dinas Bina Marga Kabupaten Malang bertandang ke Jakarta guna menanyakan persiapan pemerintah pusat. Terhadap kesiapan rencana pembangunan tol yang dinilai mempercepat akses jalan di Kabupaten Malang terutama wilayah selatan.
“Di selatan itu kan banyak fasilitas umum yang perlu dilewati jalan tol, seperti SMA Taruna Nusantara, kemudian Universitas Brawijaya juga sekarang lagi membangun di sana. Kemudian ada Sekolah Rakyat, kemudian ada Satpas Polres dan sebagainya, membutuhkan kecepatan jalan tol,” terangnya.
“Kami berharap, dari PUPR untuk segera membangun, karena tidak menutup kemungkinan Bapak Presiden akan datang lagi untuk meresmikan Sekolah Rakyat (SR) atau Perguruan Tinggi UB dan sebagainya,” imbuh Budiar.
Terkait pembebasan lahan, pembiayaannya seluruhnya ditanggung oleh pemerintah pusat. Dimana seluruhnya sudah termasuk dari anggaran Rp10 triliun tersebut.
Budiar menambahkan, pihaknya berharap agar FS Tol Malang-Kepanjen bisa dirampungkan tahun ini, sehingga bisa segera terlaksana di tahun 2027 mendatang.
“FS nya juga jadi tahun ini, ya tendernya juga tahun ini, dikerjakan di tahun 2027, harapannya seperti itu. Karena perkembangan Kabupaten Malang ini kan sudah tidak bisa terbendung. Apalagi sekarang kan ada bantuan dari APBN juga, Gondanglegi sampai Balai Kambang, sudah hampir selesai, itu multi years,” tuturnya. (wul/mzm)








