Wartawan PWI Jatim Digembleng di Pusdiklat Kemenhan dalam Kegiatan Retret di Bogor

Wartawan PWI Jatim Digembleng di Pusdiklat Kemenhan dalam Kegiatan Retret di Bogor
Perwakilan PWI Jatim yang menjadi peserta Retreat di Pusdiklat Kemenhan di Bogor. (Dok.PWI)

Bogor, SERU.co.id – Sebanyak tujuh wartawan senior dari jajaran pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jawa Timur menjalani “penggemblengan” khusus di Pusat Kompetensi Bela Negara (PKBN) Kemenhan RI, Cibodas, Kabupaten Bogor. Kegiatan bertajuk Retret PWI Pusat bersama Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI ini berlangsung intensif mulai 29 Januari hingga 1 Februari 2026.

​Delegasi Jawa Timur dipimpin langsung oleh Ketua PWI Jatim, Lutfil Hakim, bersama Sekretaris Syaiful Anam, Bendahara Andy Setyawan, dan Sekretaris DK Fery Iz Mirza. Turut bergabung dalam barisan, Cahyono dan Sunavip Ra Indranata (PWI Malang Raya) serta Sasmito (PWI Bojonegoro).

​Retret ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan upaya strategis untuk memperkuat pers yang profesional, berintegritas, dan berwawasan kebangsaan. Hal ini dianggap penting demi menjaga ketahanan informasi dan keamanan nasional di tengah derasnya arus disinformasi.

Bacaan Lainnya

​Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, dalam sambutan yang dibacakan Kepala BPSDM Pertahanan Kemenhan RI, menekankan bahwa pers adalah mitra strategis negara dalam mengelola persepsi publik.

Sementara itu, Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menegaskan, wartawan harus memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat agar tidak terjebak dalam polarisasi publik.

​Selama empat hari, para kuli tinta ini harus menanggalkan rutinitas santai mereka dan beralih ke pola kedisiplinan tinggi. Penggemblengan dimulai sejak pukul 04.00 WIB dengan olahraga subuh, diikuti apel pagi rutin pukul 07.00 WIB, hingga sesi materi kelas yang padat. Selain itu, sikap disiplin juga dibentuk dengan ketepatan waktu dan apel pagi setiap pukul 07.00 yang selanjutnya masuk kelas untuk pemaparan materi.

“Pokoknya lengkap, padat dan mengasyikkan kegiatannya,” seru Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim.

Ia menyebutkan, peserta digembleng soal integritas dan wawasan kebangsaan langsung oleh sejumlah Menteri Kabinet Presiden Prabowo. Bahkan untuk urusan fisik dan ketangkasan, mereka juga dipandu langsung oleh perwira dari Akmil. Meski melelahkan secara fisik, kegiatan ini sangat mengasyikkan.

“Ini paket lengkap: ada wawasan kebangsaan, pembentukan integritas, kedisiplinan, hingga olahraga kesehatan. Yang terpenting adalah membangun sinergi dengan rekan-rekan wartawan se-Indonesia untuk satu tujuan: persatuan,” imbuh Cak Item sapaannya.

​Di sisi lain, Sekretaris PWI Jatim, Syaiful Anam, menjelaskan sisi filosofis dari kegiatan ini. Mengutip istilah Prancis ‘la retraite’, kegiatan ini menjadi momen bagi wartawan untuk sejenak “menyepi” dari keriuhan berita harian guna merenung dan mengisi ulang semangat kebangsaan.

​“Kami berada di area seluas 21,33 hektar yang sangat asri. Jaraknya sekitar 30 km dari Kota Bogor, jauh dari kebisingan. Suasana sejuk pegunungan ini sangat mendukung kami untuk fokus menyerap materi bela negara yang diberikan,” pungkas Cak Anam.

​Penggemblengan ini diharapkan membawa semangat baru bagi insan pers di Jawa Timur, untuk terus memproduksi karya jurnalistik yang sehat, berimbang, dan mengedepankan kepentingan nasional. Retret PWI ini mengusung tema “Memperkuat Pers yang Profesional, Berintegritas, dan Berwawasan Kebangsaan untuk Ketahanan Informasi, Demokrasi, dan Keamanan Nasional”. Kegiatan ini diikuti oleh 160 peserta dari perwakilan PWI Pusat dan PWI Daerah seluruh Indonesia.

“Retret berasal dari bahasa Prancis “la retraite” yang berarti menyepi, atau menjauhkan diri. Dalam Agama berarti merenung, meditasi atau berdo’a,” pungkasnya. (dik/mzm)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id