Pemkab Situbondo Salurkan 38 Mobil Ambulans Demi Percepatan Akses Pelayanan Kesehatan hingga Pelosok Desa

Pemkab Situbondo Salurkan 38 Mobil Ambulans Demi Percepatan Akses Pelayanan Kesehatan hingga Pelosok Desa
Distribusi ambulans itu dilakukan secara bertahap dengan target 1 desa 1 ambulans. (Seru.co.id/aza)

Situbondo, SERU.co.id – Pemerintah Kabupaten Situbondo menyalurkan 38 unit mobil ambulans ke berbagai desa di Situbondo. Program tersebut merupakan janji politik Bupati dan Wakil Bupati Situbondo untuk pemenuhan akses kesehatan cepat bagi masyarakat hingga ke pelosok desa.

Puluhan ambulans tersebut merupakan pengadaan dari Tahun Anggaran 2025 yang disalurkan melalui Dinas Kesehatan Situbondo. Diketahui, distribusi ambulans itu dilakukan secara bertahap dengan target 1 desa 1 ambulans.

Bacaan Lainnya

Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengatakan, program ini berangkat dari banyaknya keluhan warga terkait sulitnya mengakses mobil siaga desa saat kondisi darurat kesehatan.

“Ikhwal adanya ide satu desa satu ambulans itu karena sulitnya masyarakat mengakses mobil siaga desa untuk kepentingan pelayanan kesehatan,” ujar Bupati Rio, Jumat (30/01/2026).

Lebih lanjut, Mas Rio sapaan akrab Bupati Situbondo itu menjelaskan, mobil ambulans tersebut di tempatkan di fasilitas kesehatan terdekat seperti Puskemas Pembantu (Pustu) atau Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes) agar lebih mudah dijangkau oleh masyarakat.

“Jadi mobil ambulans ini akan stay di tiap tiap Pustu atau Ponkesdes, biar masyarakat lebih mudah mengaksesnya untuk pelayanan kesehatan,” jelas Mas Rio.

Menurut Mas Rio, untuk biaya operasional seperti bahan bakar dan honor sopir di tanggung melalui skema anggaran Dinkes, karena kendaraan tersebut menjadi aset milik Dinas Kesehatan.

“Janji kampanye satu desa satu ambulans, mekanismenya aset milik Dinkes, ditempatkan di Pustu atau Ponkesdes, BBM dan honor driver diambilkan dari mekanisme Dinas Kesehatan,” ujar Mas Rio.

Dalam penyaluran, pemerintah daerah menerapkan berbagai pendekatan, termasuk melihat kesiapan desa dalam mendukung pelayanan, keaktifan kepala desa dalam forum koordinasi, hingga komitmen perbaikan infrastruktur pendukung.

“Pelayanan itu beragam, jadi dikombinasikan dengan berbagai pendekatan. Ada juga soal keaktifan kepala desa, kesiapan desa, termasuk pembenahan sarana pendukung,” terang Mas Rio.

Ia menegaskan, ambulans tersebut diprioritaskan sepenuhnya untuk pelayanan masyarakat dan tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi perangkat desa.

“Mobil ini untuk pelayanan kesehatan, tidak boleh dipergunakan untuk ke pentingan pribadi,” tegas Mas Rio.

Pemkab Situbondo juga memastikan desa yang belum menerima ambulans tetap akan mendapat giliran. Untuk Tahun Anggaran 2026, pemerintah telah menyiapkan tambahan 20 unit ambulans yang akan kembali disalurkan ke desa-desa. (aza/mzm)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id