Disdukcapil Kota Malang: Waspada Website Palsu, Rawan Curi Data Pribadi Secara Otomatis

Disdukcapil Kota Malang: Waspada Website Palsu, Rawan Curi Data Pribadi Secara Otomatis
Ilustrasi peredaran website palsu mengatasnamakan Disdukcapil Kota Malang. (AI)

Malang, SERU.co.id – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Malang memperingatkan masyarakat agar waspada terhadap peredaran situs palsu mengatasnamakan instansi tersebut. Pasalnya, website tersebut berpotensi rawan melakukan pencurian data pribadi melalui akses secara otomatis.

Kepala Disdukcapil Kota Malang, Ir Dahliana Lusi Ratnasari MM membenarkan, adanya pihak tak bertanggung jawab mengatasnamakan Disdukcapil. Ia pun telah membuat informasi berantai, agar masyarakat waspada.

Bacaan Lainnya

“Ya, saya yang membuat pengumuman tersebut kemarin. Masyarakat harus waspada,” seru Lusi, Senin (2/2/2026).

Lusi menjelaskan, beredar domain website disdukcapilmalang.com. Ia menegaskan, website tersebut bukan domain resmi Disdukcapil Kota Malang, sehingga masyarakat diminta untuk tidak mengaksesnya.

“Hati-hati terhadap domain tersebut, karena memiliki risiko data harvesting. Potensi pencurian NIK/KK masyarakat,” ungkapnya.

Sebagai informasi, data harvesting adalah pengumpulan data otomatis secara masif yang tersedia di berbagai platform digital. Data dikumpulkan seperti melalui penggunaan cookie, pengamatan interaksi media sosial, survei online, hingga teknologi seperti AI dan machine learning (ML).

“Dari sisi reputasi, dapat merusak kredibilitas layanan digital Pemkot Malang. Risiko berikutnya, phishing atau rentan disalahgunakan untuk penipuan mengatasnamakan dinas,” terangnya.

Senada, Kabid PIAK dan Pemanfaatan Data Disdukcapil Kota Malang, M Wahyu Hidayat SKom MM juga meminta masyarakat waspada. Diakuinya, website resmi Disdukcapil Kota Malang kini sedang dalam pemeliharaan.

“Website kita memang sedang take down. Karena masih maintenance dan perubahan platform,” jelasnya, melalui pesan WhatsApp.

Wahyu mengatakan, di tengah masa pemeliharaan tersebut, muncul website lain dengan domain dot com (.com) dan dot co dot id (.co.id). Sedangkan, website ciri khas website pemerintahan di Indonesia menggunakan domain dot go dot id (.go.id).

“Saat ini sudah kami komunikasikan dengan Diskominfo untuk memblokir website tersebut, agar masyarakat tidak terkecoh. Untuk data kami aman, karena memang tidak diretas (website resminya, red),” pungkasnya. (bas/rhd)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id