Angkutan Pedesaan di Kabupaten Malang Tersisa 22 Persen

Angkutan Pedesaan di Kabupaten Malang Tersisa 22 Persen
Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kabupaten Malang, Tri Hemantoro. (Seru.co.id/wul)

Malang, SERU.co.id – Angkutan pedesaan di Kabupaten Malang di tahun 2026 yang masih beroperasi hanya 22,46 persen saja. Dimana di tahun 2017 lalu, angkutan yang beroperasi mencapai 414 unit.

Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kabupaten Malang, Tri Hemantoro menerangkan, saat ini angkutan desa yang masih beroperasi sebanyak 93 unit. Penurunan kendaraan yang beroperasi tersebut dipengaruhi karena ada pergeseran moda transportasi dari konvensional ke online.

Bacaan Lainnya

“Kalau angkutan pedesaan itu kami data mulai 2017 sampai sekarang ada 414 unit. Cuma yang memperpanjang kartu pengawasan terakhir di 2023 itu tinggal 93 unit (yang beroperasi.red),” seru Tri, sapaan pria itu.

Tri menjelaskan, selain faktor transportasi dari konvensional ke online, beberapa penyebab lainya adalah kondisi angkutan yang sudah tua. Selain itu, segi pelayanannya, serta rute yang dilalui angkutan ini sifatnya tidak dinamis.

“Saat ini ada kendaraan yang tidak dalam trayek. Bahkan penjemputan dan pengantaran bisa sampai depan rumah atau ke titik lokasi yang dituju. Belok ke mana aja boleh, makanya secara pasaran jadi kalah bersaing,” ungkapnya.

Dikatakan Tri, 93 angkutan tersebut beroperasi sebagian besar ada di Kecamatan Kepanjen, Singosari, Lawang, Gunung Kawi, Karangploso, Gondanglegi dan Tumpang. Berkurangnya angkutan pedesaan ini juga turut berdampak pada terminal dan halte.

“Ke halte juga sudah pasti berdampak, kalau angkutannya sedikit berarti kan yang menggunakan juga sedikit. Tapi sebagai fasilitas umum tetap kami lakukan pemeliharaan,” kata Tri.

Menanggapi permasalahan tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang, akan turut membantu kembali menghidupkan transportasi tersebut. Dengan memasang papan jurusan ke angkutan untuk mempermudah orang melihatnya.

“Terus memberikan kelengkapan identitas pengemudi berupa rompi. Selain itu memberikan sosialisasi kepada pengemudi,” ungkapnya.

“Kalau memang nanti pemerintah mendukung untuk optimalisasi angkutan pedesaan, akan kita kaji dan bisa diterapkan,” imbuh Tri. (wul/mzm)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id