Malang, SERU.co.id – Meski pernah menjadi ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek) Datsun, PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (Indomobil Group) masih berkomitmen melayani after sales. Tak hanya melayani after sales service (layanan purna jual) perbaikan dan suku cadang, namun juga layanan tambahan lain. Seperti sharing bareng mekanik profesional bersama pemilik mobil Datsun yang tergabung dalam Forum Datsun Indonesia (FDI) Malang Raya.
Service Advisor Indomobil AION Malang, Dodi Wanoko menyampaikan, meski saat ini pihaknya sebagai ATPM AION di Malang. Namun PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (Indomobil Group) Malang masih melayani perbaikan dan suku cadang beberapa merk mobil yang pernah dikelolanya.
“Kami masih melayani perbaikan dan suku cadang mobil Datsun, Nissan, KIA dan merk lainnya. Termasuk konsultasi sharing bareng mekanik profesional dengan pemilik mobil Datsun yang tergabung dalam FDI Malang Raya,” seru Dodi, sapaan akrabnya, Sabtu (31/1/2026) malam.
Dalam sharing sessions tersebut, disampaikan materi perawatan ringan mandiri unit Datsun, mulai pengecekan harian, mingguan, bulanan dan kilometer tertentu. Hingga perawatan sedang sampai berat, yang bisa dilakukan mandiri maupun tindakan penanganan oleh bengkel.
“Untuk pengecekan harian, seperti posisi oli, air radiator hingga air wiper, kontrol dan pastikan sesuai batas maksimal minimal. Cek tekanan ban depan belakang minimal 30 psi, maksimal 35 psi dan rata-rata 32 psi. Tahun ban hingga kondisi ban retak, benjol maupun tipis sebelah,” terang Dodi, di hadapan 30-an lebih anggota FDI Malang Raya.
Sementara, pengecekan mingguan seperti penerangan lampu utama, sein, akselerasi wiper hingga terminal aki dan kelistrikan. Untuk pengecekan bulanan, seperti selang dan kabel di ruang mesin retak atau terlepas, cek/ganti busi, koil pengapian, tanda brebet, tenaga kurang hingga kondisi kaki-kaki.
“Untuk Datsun dengan kilometer rendah, disarankan mengganti oli sintetik setiap kelipatan 10.000 kilometer. Untuk usia lebih tua atau diatas 100 ribu kilometer, disarankan ganti oli setiap kelipatan 5.000 kilometer. Kalau jarang dipakai, setidaknya 6 bulan disarankan ganti oli,” beber Dodi.
Animo pemilik mobil Datsun cukup tinggi, dengan menyampaikan beragam pertanyaan yang dialami selama mengendarai mobil pabrikan Jepang tersebut. Mulai kupas tuntas kampas kopling, penggunaan oli, gurah mesin hingga cek unit langsung di bengkel.
“Rekan-rekan pemilik Datsun ini tidak semuanya tangan pertama, ada juga pemilik kedua dan seterusnya. Sehingga perawatan yang baik dan benar menjadi kebutuhan saat mengendarai Datsun, baik aktivitas harian maupun aktivitas tertentu bersama keluarga,” ungkap Om Ervin, didampingi senior Om Alriza, Om Wasil, Om Tris, Om Arvin, Om Adi dan member FDI Malang Raya lainnya.
Disebutkannya, beberapa pemilik mobil Datsun jarang mendatangi bengkel resmi, karena beberapa alasan. Salah satunya, kurangnya informasi.
“Kalau pemilik pertama, mungkin dulu pernah datang ke sini, utamanya saat showroom ini masih pegang Datsun. Begitu ganti merk, sebagian besar tidak tahu kalau di sini masih bisa melayani perbaikan dan suku cadang mobil Datsun, jadi mereka pilih bengkel luar. Apalagi pemilik tangan kedua dan seterusnya, kemungkinan besar mereka tidak tahu, dengan informasi ini semoga jadi tahu,” ucap guru SMK PGRI 3 Malang ini, dibenarkan rekan FDI Malang Raya lainnya.
Pertanyaan lainnya pun beragam, seperti permasalahan umum tentang AC, gurah mesin, persneling dan kopling macet, hingga pertanyaan lainnya. Menjawab pertanyaan tersebut, Dodi pun mengulas satu per satu dengan memberikan tips penggunaan serta perawatan yang baik dan benar.
Daftar Isi
Penggunaan dan perawatan AC
Dodi menyampaikan, permasalahan tentang AC pada mobil Datsun cukup tinggi, namun juga terjadi pada beberapa merk mobil karena salah penggunaan. Beberapa kesalahan dan permasalahan tersebut, karena kurangnya pengecekan, penggunaan dan perawatan AC
Pengecekan dan perawatan evaporator jarang dilakukan oleh pemilik mobil pada umumnya. Padahal ketika terjadi kerusakan dengan mati atau tidak dinginnya AC, kerusakan yang terjadi sudah sangat fatal dan mahal. Perbaikan sebagian hanya solusi sesaat, ketika finansial menjadi alasan.
“Disarankan untuk sering-sering cek evaporator, jika kotor segera cuci dan bersihkan ke bengkel spesialis AC, jika tidak akan terjadi korosi dan bocor. Yang sering terjadi ketika AC tidak dingin, hanya diisi freon, tapi olinya kompresor tidak diganti, termasuk tidak cek kerja magnetic clutch-nya,” terang pria asal Pacitan ini.
Disarankan penggunaan AC yang benar, pastikan switch AC kondisi off saat menyalakan mesin, setelah mesin on baru switch on AC. Begitu pula sebaliknya, matikan AC dulu, baru kemudian matikan mesin.
Waktu Gurah Mesin
Disarankan melakukan gurah mesin ketika mencapai 50.000 kilometer. Biasanya ditandai oleh mesin brebet, tarikan lemah dan pendek, hingga boros.
“Manfaat gurah mesin untuk membersihkan ruang bakar dari kerak dan penyebab lain, seperti penggunaan pertalite, telat ganti oli dan lainnya. Gurah mesin tersebut diberikan semacam cairan khusus yang akan merontokkan kerak-kerak di dalam mesin,” jelasnya.
Persneling dan Kopling Macet
Penyebab persneling dan kopling macet, dimungkinkan karena kampas kopling, pompa kopling dan matahari mulai tipis. Disarankan ketiga spare part tersebut diganti secara bersamaan, meski harganya cukup mahal sekitar Rp3,5-3,6 jutaan termasuk ongkos.
“Untuk sementara ketika macet, injak kopling 1-2 untuk memompa, kemudian masukan gigi persneling. Karena sistem koplingnya Datsun memakai pompa, kalaupun macet itu terjadi saat rpm rendah, bisa saat netral masuk gigi 1 atau mundur. Ketika ketiga spare part benar-benar tipis, memang sudah waktunya ganti karena usia pemakaian,” tandasnya.
Sekilas tentang Forum Datsun Indonesia (FDI)
Sebagai informasi, FDI beranggotakan pemilik Encun – sebutan tunggangan kuda besi Datsun – mobil pabrikan Jepang keluaran tahun 2014 hingga edisi terakhir 2019. Dengan komitmen ‘duduk sama rata, berdiri tanpa raja’, serta ‘salam satu wiper’. Dimana artinya semua sama, tidak ada Ketua, Sekretaris dan Bendahara, seperti AD/ART organisasi, dijalankan secara kekeluargaan dan gotong royong.
Selain itu, ada ungkapan ‘saudara meski bukan sedarah’ yang bermakna persaudaraan yang solid. Bahkan untuk mengakrabkan diri antar anggota, sebutan Om dan Tante disematkan dalam nama panggilan. Sebagai simbol tidak ada ukuran usia dalam persaudaraan di komunitas FDI.
Bagi pemilik mobil Datsun di Malang Raya yang ingin bergabung FDI Malang Raya, dapat melakukan DM di akun medsos Facebook dan Instagram ‘FDI Malang Raya.’ Selanjutnya akan dimasukkan ke dalam WAG FDI Malang Raya untuk komunikasi lebih intensif. (rhd)








