DLH Kota Malang Kerahkan 500 Petugas Kebersihan dalam Harlah 1 Abad NU, Antisipasi 70 Ton Sampah

DLH Kota Malang Kerahkan 500 Petugas Kebersihan dalam Harlah 1 Abad NU, Antisipasi 70 Ton Sampah
Plh Kepala DLH Kota Malang menjelaskan, skema yang disiapkan untuk menghadapi lonjakan sampah selama Harlah 1 Abad NU. (bas)

Malang, SERU.co.id – DLH Kota Malang mengerahkan ratusan petugas kebersihan dalam Harlah 1 Abad NU yang akan digelar di Stadion Gajayana. Untuk mengantisipasi 70 ton sampah berserakan, hingga menyiapkan skema pengangkutan sampah dalam acara tersebut.

Plh Kepala DLH Kota Malang, Drs Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang MAP mengungkapkan, pihaknya akan mengerahkan sebanyak 500 tenaga kebersihan. Ratusan petugas tersebut akan bekerja secara bergantian melalui sistem shift.

Bacaan Lainnya

“Kami mengerahkan 500 tenaga operasional di lapangan dan mereka kami bagi dalam beberapa shift. Mulai Sabtu sore pukul 17.00 WIB, dilanjutkan shift pukul 23.00 WIB, pukul 01.00 WIB, kemudian sebelum Subuh pukul 04.00 WIB hingga setelah acara selesai,” seru Raymond.

Stadion Gajayana menjadi lokasi peringatan Harlah 1 Abad NU. (bas)
Stadion Gajayana menjadi lokasi peringatan Harlah 1 Abad NU. (bas)

Selain dari Kota Malang, DLH juga mendapat dukungan tambahan personel kebersihan dari Kabupaten Malang dan Kota Batu. Namun, untuk jumlah pastinya masih akan difinalisasi.

“Ratusan petugas kebersihan akan disebar di sejumlah titik strategis, baik di area dalam dan luar Stadion Gajayana. Termasuk lokasi parkir, ruas jalan sekitar seperti Jalan Semeru, Jalan Merapi, Jalan Welirang, Jalan Kawi, hingga kawasan Ijen,” ungkapnya.

Terkait potensi timbulan 70 ton sampah, ia menyebut angka tersebut setara 10 persen dari volume sampah harian Kota Malang. Pasalnya, sampah yang dihasilkan dalam sehari rata-rata mencapai 720 ton.

“Untuk memudahkan pengelolaan sampah, DLH menyiapkan sekitar 1.000 trash bag yang dipasang di pagar-pagar area kegiatan. Trash bag tersebut akan dipantau secara berkala dan diganti jika sudah hampir penuh, supaya tidak sampai berserakan,” jelasnya.

Meski volume sampah diprediksi meningkat, ia menilai pengelolaannya masih lebih terkendali dibanding momen puncak Natal dan Tahun Baru. Pasalnya, fokusnya hanya di satu kawasan, sehingga proses pengangkutan ke TPA bisa lebih mudah.

“Dari sisi sarana angkutan sampah, DLH Kota Malang menyiapkan enam unit dump truck dan dua kendaraan tambahan. Khusus hari pelaksanaan, dua dump truck disiagakan sebagai tempat penampungan sementara sampah yang diangkut dari dalam maupun sekitar stadion,” terangnya.

Raymond menambahkan, DLH Kota Malang juga menyiapkan dua unit mobil toilet, masing-masing dengan empat bilik. Sementara itu, bantuan tambahan datang dari Kabupaten Malang sebanyak tiga unit dan dari Kota Batu dua unit toilet portable.

“Selain toilet yang sudah tersedia di Stadion Gajayana, panitia juga menyiapkan bilik-bilik toilet tambahan untuk memudahkan jemaah.
Penempatannya disesuaikan dengan titik konsentrasi jemaah, baik di dalam stadion, Jalan Semeru, hingga kawasan Alun-alun Merdeka dan Kantor Bupati Malang,” tuturnya.

Saat pelaksanaan Harlah NU nanti, DLH Kota Malang akan dibantu sekitar 1.000 anggota Pramuka serta personel Banser. Mereka bertugas menjaga kebersihan selama acara berlangsung dan mengarahkan jemaah untuk membuang sampah pada tempatnya.

“Kami ingin jemaah, baik putra maupun putri bisa menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya. Upaya menjaga kebersihan harus melibatkan semua pihak, untuk mendukung kelancaran acara ini,” tandasnya. (bas/rhd)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id