Malang, SERU.co.id – Presiden Prabowo dijadwalkan hadir dalam acara Mujahadah Kubro 1 Abad NU. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memastikan, akan mengoptimalkan penataan Stadion Gajayana sebaik mungkin.
Wali Kota Malang, Dr Ir Wahyu Hidayat MM mengungkapkan, kegiatan keagamaan berskala besar tersebut diperkirakan akan dihadiri sekitar 100 ribu jemaah. Ia mengatakan, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir bersama sejumlah menteri dan tokoh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
“Sampai dengan hari ini, Presiden Prabowo dikonfirmasi hadir. Kemudian ada juga tokoh-tokoh seperti menteri, dari PBNU juga, sehingga persiapan akan kami matangkan,” seru Wahyu, usai meninjau Stadion Gajayana bersama Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Rabu (4/2/2026).
Ia memastikan, pelayanan kepada jemaah akan dilakukan semaksimal mungkin. Bahkan, selain persiapan yang terus berjalan, Wahyu meminta seluruh kelurahan di Kota Malang tetap membuka layanan selama akhir pekan.
“Kelurahan saya minta tetap buka Sabtu-Minggu. Karena biasanya masyarakat lebih memilih bertanya ke kantor pemerintahan. Ini bagian dari pelayanan sebagai tuan rumah, agar tamu merasa nyaman,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan, apresiasi kepada umat beragama lain di Kota Malang yang turut membantu dengan menyediakan tempat bagi para jemaah yang datang. Menurutnya, hal tersebut mencerminkan toleransi dan kebersamaan yang kuat di Kota Malang.
“Ini menjadi kehormatan bagi kami sebagai tuan rumah. Mujahadah Kubro ini juga memberikan doa untuk seluruh masyarakat Kota Malang, Jawa Timur dan Indonesia, agar selalu mendapat ridho dari Allah SWT,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua PCNU Kota Malang, Gus Isroqunnajah menyampaikan, persiapan teknis kegiatan hampir rampung. Pengerjaan panggung, sistem pencahayaan, sound system, hingga videotron ditargetkan selesai sebelum hari pelaksanaan.
PCNU bersama pemerintah daerah juga telah menyusun manajemen arus jemaah dengan membagi wilayah Jawa Timur ke dalam sembilan zona. Setiap zona memiliki titik penyangga dan drop zone yang telah ditentukan untuk menghindari penumpukan kendaraan di pusat kota.
“Karena tidak memungkinkan jemaah masuk bersamaan, maka kita atur supaya tertib. Drop zone disiapkan di beberapa titik, seperti kawasan Tugu Balai Kota, Veteran, Ijen, hingga sejumlah sekolah dan masjid untuk transit,” jelasnya.
Untuk jemaah dari Kota Malang sendiri diperkirakan maksimal 5.000 orang, sementara Kota Batu sekitar 5.000 jemaah dan Kabupaten Malang 15.000 jemaah. Sedangkan sebagian besar lainnya berasal dari berbagai kabupaten dan kota lain di Jawa Timur.
“Kapasitas Stadion Gajayana hanya mampu menampung sekitar 25.000 jemaah. Sisanya akan mengikuti kegiatan dari luar stadion dengan bantuan videotron yang dipasang di sejumlah titik. Akses masuk ke dalam stadion akan menggunakan sistem undangan yang dibagikan melalui penanggung jawab masing-masing daerah,” bebernya.
Terkait pengamanan, sekitar 1.800 personel Banser Malang Raya akan diterjunkan dan disebar di berbagai titik strategis. Mereka juga akan dibantu Ansor, Fatayat dan Pagar Nusa untuk melayani dan mengarahkan jemaah yang hadir.
“Pengaturan parkir dan lalu lintas dikoordinasikan bersama Dishub, dengan jarak parkir maksimal sekitar tiga kilometer dari lokasi stadion. Kami ingin semua tertib, aman dan nyaman, baik bagi jemaah maupun masyarakat Kota Malang,” pungkasnya. (bas/rhd)








