Malang, SERU.co.id – Polresta Malang Kota menyiagakan ribuan personel gabungan untuk mengamankan Mujahadah Kubro 1 Abad NU. Keamanan serta kenyamanan jemaah juga semakin terjamin dengan dibukanya kanal informasi dan pengaduan selama acara berlangsung.
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana mengungkapkan, pengamanan melibatkan berbagai unsur lintas instansi. Diantaranya, TNI-Polri, pemerintah daerah, panitia, relawan, serta organisasi masyarakat pendukung kegiatan.
“Pengamanan sudah kami siapkan dari berbagai instansi. Saat ini sudah lebih dari 4.000 personel dan akan ada rapat finalisasi yang dipimpin Danrem, terutama untuk memastikan model pengamanan Presiden,” seru Putu, Rabu (4/2/2026) malam.
Ia juga memastikan akan ada penambahan personel pengamanan, termasuk perbantuan dari Polres Batu dan Polres Malang. Selain itu, setiap rombongan peserta dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur akan mendapatkan pendampingan dari Polres asal masing-masing daerah.
“Misalnya rombongan dari Ponorogo, itu akan didampingi oleh Polres Ponorogo. Ini sudah dirapatkan di Polda Jatim,” ungkapnya.
Sebagai upaya memudahkan akses informasi bagi masyarakat dan peserta, Polresta Malang Kota juga menyediakan microsite yang dapat diakses melalui https://s.id/Makota2026. Microsite tersebut menjadi kanal informasi seputar pelaksanaan acara, serta kanal pengaduan jemaah dengan menyediakan kontak setiap Polsek di Kota Malang.
“Microsite ini bisa diakses oleh media, masyarakat, maupun peserta. Di dalamnya
memuat informasi penting seperti lokasi masjid terdekat, rumah sakit, kantong parkir, jadwal acara, hingga titik lokasi yang terintegrasi dengan Google Maps,” terangnya.
Ia melanjutkan, Polresta Malang Kota akan menerapkan empat protokol utama yang menjadi pedoman bagi petugas maupun masyarakat. Keempat protokol tersebut meliputi protokol keamanan, keselamatan, kelancaran, serta protokol kesehatan bagi peserta yang memerlukan penanganan medis.
“Pelayanan kami untuk menyukseskan puncak acara hari Minggu nanti mengacu pada empat protokol ini. Karena jumlah peserta yang hadir sangat banyak, tidak hanya di dalam stadion tetapi juga di luar area,” jelasnya.
Ia pun mengimbau, masyarakat Kota Malang memaklumi adanya penutupan dan sterilisasi sejumlah akses jalan di sekitar Stadion Gajayana mulai Sabtu mendatang. Penutupan dilakukan demi kelancaran dan kenyamanan bersama.
“Kami mohon warga Kota Malang bisa maklum ketika kami harus mensterilkan beberapa akses jalan. Bagi masyarakat yang beraktivitas di Stadion Gajayana, mungkin bisa diatur waktunya atau dialihkan ke hari lain. Jika memungkinkan, bisa mengakses stadion dengan berjalan kaki,” imbaunya.
Terkait pengamanan VVIP, khususnya jalur yang kemungkinan akan dilalui Presiden, Kapolresta menegaskan jalur tersebut tidak akan dibuka untuk umum. Jalur tersebut akan mendapatkan pengamanan ekstra untuk menjamin keamanan Presiden selama berada di Malang.
“Jalur Presiden tidak untuk konsumsi publik karena aspek keamanan VVIP menjadi prioritas. Selain itu, kami sudah menyiapkan sejumlah jalur alternatif sebagai langkah antisipasi,” tandasnya. (bas/rhd)








