Proses pembuatan alat diawali dengan diskusi bersama dosen pendamping yang dilanjutkan dengan pembuatan desain teknis, pembelian komponen, pembuatan kerangka mesin, pembuatan komponen pengupas dan pembelah. Kemudian assembly sistem transmisi putaran mesin, pembuatan body case, electrical wiring system, hingga tahap pengujian performa keseluruhan dari alat.
“Target pengguna AUFIC adalah UMKM di bidang kuliner makanan berbahan dasar ikan, seperti ikan presto, abon ikan, sosis ikan, nugget ikan dan lalapan ikan. Selain itu, penjual ikan dari pengepul maupun nelayan yang akan menjual ikan dalam kondisi bersih dalam jumlah besar (massal),” tandasnya.

Dosen pendamping PKM-KI, Mochamad Muzaki ST MT mengapresiasi, ide dan kerja keras tim ini. Karena dengan kolaborasi dan aktualisasi disiplin ilmu yang berbeda, dapat memberi solusi atas permasalahan yang terjadi di masyarakat.
“Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Juli hingga September 2022 di Bengkel Mesin Perkakas dan Las Jurusan Teknik Mesin Polinema,” tandasnya. (rhd)
Baca juga:
- Perselisihan Dua Yayasan di Turen Belum Temukan Titik Terang di RDPU DPRD Kabupaten Malang
- Wujudkan Smart Green Campus, UB Tekankan Lima Aspek Ini
- Kesiapan Mental dan Finansial Jadi Pertimbangan Gen Z Menunda Pernikahan
- KAI Batalkan 38 Perjalanan KA Akibat Banjir, Penumpang Dapat Refund
- Warga Wiyurejo Digegerkan Penemuan Jenazah Petani Tergantung di Gubuk Kebun Apel







