Polinema Luluskan 1.045 Mahasiswa, Awali Green Skills dan Green Job Jadi Tema Pendidikan Mendatang

Polinema Luluskan 1.045 Mahasiswa, Awali Green Skills dan Green Job Jadi Tema Pendidikan Mendatang
Wisuda ke-72 Polinema luluskan 1.045 mahasiswa dari 43 prodi. (wul)

Malang, SERU.co.id – Politeknik Negeri Malang (Polinema) menggelar Wisuda ke-72, dengan meluluskan 1.045 mahasiswa dari 43 program studi (Prodi). Wisuda ke-IV di tahun 2025 ini, diikuti dari kampus utama, serta PSDKU Kediri, Lumajang dan Pamekasan di Graha Polinema, Sabtu (29/11/2025).

Direktur Polinema, Ir Supriatna Adhisuwignjo membeberkan, dalam kegiatan wisuda terakhir tahun ini menjadi awal tema pendidikan Green Skills dan Green Job. Dimana para mahasiswa dicetak menjadi SDM yang tidak merusak lingkungan dan mengingatkan pemanfaat alam untuk kesejahteraan manusia.

Bacaan Lainnya

“Mengangkat satu tema terkait masalah green skills dan green job. Kebetulan tema ini terkait dengan masalah apa yang sekarang ini tengah terjadi, terutama dengan berbagai macam krisis lingkungan. Iklim yang justru berdampak terhadap bencana-bencana hidrometeorologi yang kemarin sedang terjadi di beberapa tempat,” seru Supriatna.

Direktur Polinema, Ir Supriatna Adhisuwignjo. (wul)
Direktur Polinema, Ir Supriatna Adhisuwignjo. (wul)

Supriatna mengatakan, pihaknya juga melihat banyak sektor yang berlomba mencari para SDM green skills dan green job tersebut di tengah-tengah perubahan iklim. Seperti halnya transportasi, energi terbarukan, manufaktur dan konstruksi bangunan.

“Kita juga perlu memberikan kesadaran dan pemahaman ke semua pihak, bahwa ini perlu dijadikan atensi bagi semua kampus. Di sisi lain nanti ada ruang, peluang buat lulusan kedepan untuk bisa berkarya dan berkarir kedepan. Karena prospeknya ini menjadi salah satu pilihan untuk menjalani,” jelasnya.

Ia menegaskan, beberapa ragam profesi yang kini masuk kategori green jobs. Seperti insinyur energi terbarukan, teknisi pembangkit listrik tenaga surya dan angin, ahli bio massa. Kemudian konsultan lingkungan, hingga spesialis mobilitas berkelanjutan.

Menurut laporan lembaga internasional, kebutuhan tenaga kerja hijau diproyeksikan terus meningkat secara signifikan hingga 2050. Sehingga pihaknya, telah mulai mengintegrasikan konsep keberlanjutan ke dalam kurikulum.

“Harapannya, siapapun nanti para lulusan kita yang tertarik ke sana. Bisa memilih alternatif beberapa bentuk yang diminati sesuai dengan apa yang menjadi passion-nya dan menjadi keahliannya,” harap Supriatna.

Dikatakan Supriatna, pihaknya juga akan memperkuat mata kuliah keselamatan kerja dan lingkungan, energi terbarukan serta pengolahan limbah. (wul/rhd)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan KKB Bank jatim