Selain itu, Komnas HAM juga mendapati pengeditan video CCTV guna mendukung narasi tersebut. Video yg sudah diedit itulah yang kemudian beredar di masyarakat.
“Terus dibuat video guna menyesuaikan skenario. Jadi video (CCTV) yang beredar itu dalam konteks konstruksi peristiwa itu tidak lengkap. Itu disesuaikan dengan skenario yang dibuat. Nah ini konteks untuk membuat narasi,” terangnya.
Komnas HAM telah menyerahkan laporan penyelidikan dan pemantauan kasus pembunuhan Brigadir J ke Polri. Irwasum Polri Komjen Agung Budi Maryoto secara simbolis menerima laporan tersebut. (hma/rhd)
Baca juga:
- Keluarga Korban Apresiasi Kinerja Polsek Lenteng Usai Penetapan Tersangka pada Pelaku Penganiayaan
- Dadan Hindayana Cs Tersangka Korupsi MBG, Diduga Intervensi SPPG hingga Markup Triliunan Rupiah
- Pendaki Ilegal Gunung Semeru yang Alami Kecelakaan Berhasil Dievakuasi
- DPRD Optimalkan Pengawasan Kinerja OPD Kabupaten Malang untuk Masyarakat
- Tingkatkan Keamanan, Babinsa Koramil Blimbing Melaksanakan Komsos Bersama Security Hotel Grand Cakra









