Selain itu, Komnas HAM juga mendapati pengeditan video CCTV guna mendukung narasi tersebut. Video yg sudah diedit itulah yang kemudian beredar di masyarakat.
“Terus dibuat video guna menyesuaikan skenario. Jadi video (CCTV) yang beredar itu dalam konteks konstruksi peristiwa itu tidak lengkap. Itu disesuaikan dengan skenario yang dibuat. Nah ini konteks untuk membuat narasi,” terangnya.
Komnas HAM telah menyerahkan laporan penyelidikan dan pemantauan kasus pembunuhan Brigadir J ke Polri. Irwasum Polri Komjen Agung Budi Maryoto secara simbolis menerima laporan tersebut. (hma/rhd)
Baca juga:
- Persib Juara Paruh Musim Setelah Tumbangkan Persija di Kandang
- Pohon Berukuran Besar Tumbang, Jalur Malang-Lumajang Sempat Tertutup Total
- Kasus Super Flu Muncul di Jatim, Wisatawan di Kota Batu Diimbau Kembali Pakai Masker
- Antisipasi Super Flu, RS Karsa Husada Batu Siapkan Ruang Isolasi Khusus
- Diduga Kurang Konsentrasi, Pria di Pakis Tewas Kecelakaan Adu Banteng








