“Para pedagang diberikan fasilitas etalase, jumlahnya 100, sisanya bertahap akan dipenuhi. Semuanya sudah pindah ke pujasera, tidak boleh ada lagi penjual di luar area ini. Tolong dijaga kebersihannya,” pintanya kepada para pedagang saat berkeliling menyapa mereka.
Ia juga berharap, masyarakat bisa menikmati kuliner, sekaligus menjaga fasilitas yang ada saat berkunjung di alun-alun sebagai wahana refreshing.
Sementara, beberapa para pedagang dan pengunjung mengaku merasa senang. Pasalnya, keberadaan pujasera ini dirasa cukup nyaman.
“Alhamdulillah tempatnya nyaman. Apalagi di lantai 2 bisa menyaksikan pemandangan sekitar. Cocok buat nongkrong dan ngopi sambil menunggu anak-anak bermain,” aku Nyoto, warga Mayangan.
Saat berada di lantai 2, ada sensasi getar yang dirasakan pengunjung ketika berjalan. Namun tidak perlu khawatir, karena menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat (DPUPR Perkim), Setiorini Sayekti, konstruksi lantai atas tidak rigid seperti beton, melainkan baja.
“Bisa kami pastikan aman, karena desain dan pembangunannya sudah melalui analisa tim tenaga ahli dari ITS. Kapasitasnya bisa sampai enam ratus orang,” urainya. (adv/dra/rhd)
Baca juga:
- Tolak Relokasi RPH, Mitra Jagal Pegirian Surabaya Bawa Sapi ke Gedung Dewan
- Ditengah Penyidikan Kejari, Ketua Umum KONI Kabupaten Malang Resmi Mengundurkan Diri
- DPRD Kota Malang Prioritaskan Perda SDA dan RTH pada 2026, Ducting tahun 2027
- Sanusi Targetkan 70 Persen Siswa Sekolah Unggulan Nilai Rata-rata Pelajaran di Angka Sembilan
- AKBP Muhammad Taat Resdianto Resmi Jabat Kapolres Malang








