Dengan potensi tersebut, dirinya merencanakan akan membuat suatu Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang nantinya bisa dikerjasamakan dengan Perumda Tugu Aneka Usaha (Tunas). Dengan begitu, bukan suatu hal yang tidak mungkin akan memberikan dampak perputaran perekonomian. Selain memberikan nilai terhadap sampah yang diolah.
“Nanti ada efek domino yang bisa jadi pendapatan lewat kerjasama dengan Perumda Tunas,” imbuhnya.
Saat meninjau lokasi mendampingi Menteri PUPR, dirinya menjelaskan, terdapat berbagai proses dalam pengelolaan sampah di TPA Supit Urang. Sebagaimana yang terlihat, saat itu Menteri PUPR berkeliling ke bagian sorting dan komposting.
Seperti diketahui, beberapa bagian TPA tersebut merupakan hasil pendanaan (hibah) dari Kementerian PUPR. Dan Kota Malang menjadi salah satunya, diantara tiga wilayah lain, seperti Jambi, Jombang dan Sidoarjo.
“Tentu Pak Menteri ingin melihat apakah sudah dijalankan, karena mereka kan yang memberikan uang. Komitmennya bisa mengurangi sampah sampai ke TPA,” kata Sutiaji. (bim/rhd)
Baca juga:
- UM Kolaborasi KKC Japan, Wujud Komitmen Hadapi Tantangan Dunia Kerja Internasional
- Bupati Malang Dorong Pengurus Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Cetak Generasi Berkarakter
- Tim Apatte62 Brawijaya Juarai Shell Eco-marathon 2026, Lolos ke Global Championship 2027
- Jembatan Gantung Termangu, Akses Cepat dan Harapan Baru untuk Warga Desa
- Es Gabus Sudrajat Terbukti Bukan Spons, DPR: Permintaan Maaf Aparat Tak Cukup








