Batu, SERU.co.id – Capaian vaksinasi booster di Kota Batu saat ini masih sebesar 22,38 persen atau sama dengan 36.907 penerima. Hal ini dikarenakan masyarakat audah menganggap pandemi Covid-19 hilang. Sehingga minat untuk melakukan vaksin ikut menurun.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu, Drg Kartika Tri Sulandri membenarkan hal tersebut. Namun kenyataannya saat ini kita masih berdampingan dengan virus tersebut. Meskipun demikian, pihaknya tetap gencar melakukan sosialisasi dan vaksin booster door to door.
“Karena vaksin ini tameng kita dari virus,” seru Kartika.
Kadinkes menjelaskan, pihaknya masih tetap mengincar berbagai tempat berkumpulnya massa. Tempat tersebut meliputi tempat wisata dan mall. Termasuk tempat- tempat lain di sektor pertanian hingga perdagangan.
“Karena titik kumpul ini efektif untuk menjadi ladang sosialisasi sekaligus panen objek penerima vaksin,” ujarnya.
Wakil Wali Kota Batu turut menanggapi permasalahan ini. Ia menyebutkan, kondisi minat yang menurun itu tidak hanya terjadi di Kota Batu saja, akan tetapi di semua daerah. Penurunan ini diprediksi karena masyarakat tidak melakukan mobilitas hingga luar Pronvinsi atau Pulau.
“Dulu waktu awal vaksin ini ada, dijadikan sebagai syarat perjalanan jauh. Sementara masyarakat tidak terlalu banyak yang melakukan booster. Semua merasa bahwa jika sudah vaksin kedua sudah cukup,” tuturnya.
Meskipun yang terjadi seperti itu, Pemkot Batu terus berupaya untuk menggenjot angka vaksinasi booster. Mengingat saat ini terdeteksi adanya varian baru Omicron B4 dan B5. Harapannya, dengan booster bisa menjadi kekebalan dan imunitas di tengah temuan-temuan varian virus baru. (dik/mzm)
Baca juga:
- UM Kolaborasi KKC Japan, Wujud Komitmen Hadapi Tantangan Dunia Kerja Internasional
- Bupati Malang Dorong Pengurus Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Cetak Generasi Berkarakter
- Tim Apatte62 Brawijaya Juarai Shell Eco-marathon 2026, Lolos ke Global Championship 2027
- Jembatan Gantung Termangu, Akses Cepat dan Harapan Baru untuk Warga Desa
- Es Gabus Sudrajat Terbukti Bukan Spons, DPR: Permintaan Maaf Aparat Tak Cukup








