Malang, SERU.co.id – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi bertransformasi menjadi Fakultas Pendidikan Sains dan Humaniora (FPSH). Dalam transformasi tersebut, dikenalkan 15 doktor baru sebagai SDM pengembangan kelembagaan lebih terbuka dan solusi menjawab kebutuhan zaman.
Rektor UMM, Prof Dr Nazaruddin Malik SE MSi menegaskan, pergantian nama fakultas mutlak dibarengi dengan transformasi substantif di dalam tubuh organisasi. Pengalaman tersebut pernah dirasakannya ketika dirinya menjadi Dekan Fakultas Ekonomi (FE) yang mentransformasikan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), sesuai kebutuhan perkembangan bisnis secara luas.
“Tak hanya perubahan nama, keberhasilan FPSH ke depan ditentukan oleh perubahan pola pikir, kolaborasi lintas disiplin, dan kemampuan inovasi berdampak bagi masyarakat. Tantangan terbesarnya memecahkan sekat antar prodi, kuncinya SDM mampu berubah mindset secara dinamis,” seru Prof Nazaruddin, dalam peresmian FPSH di Jembatan Gedung Kuliah Bersama (GKB) 1, Senin (6/7/2026).
Daftar Isi
Kemampuan SDM Merespons Transformasi Nama FPSH dan Kebutuhan Solusi
Menurutnya, dengan iklim kemampuan SDM membuat keputusan, tumbuh dinamis dan berbasis data, sebagai bentuk baru merespons kebutuhan dan solusi kampus berdampak.
“Perubahan nama juga menjadi perubahan substansi, jadi harus ada perubahan signifikan yang harus dicapai. Agile mindset menjadi kunci agar organisasi mampu meningkatkan kreativitas, inovasi, kolaborasi, serta menghadirkan solusi bagi masyarakat. UMM harus menjadi pelopor praktik terbaik dan excellent solution center untuk terus tumbuh dan berkembang,” tegasnya.
Dua momentum, yakni peresmian FPSH dan lahirnya 15 doktor baru, menjadi tolak ukur bagi UMM dalam merespons masa depan. Melalui sinergi keilmuan dan kemanusiaan ini, Kampus Putih diharapkan terus konsisten mencetak pendidik, peneliti, serta pemimpin berintegritas.
“Momentum transformasi sekaligus menjadi pesan kuat, inovasi pendidikan tinggi harus selalu berpijak pada nilai-nilai ke-Islam-an dan kepedulian universal demi kemajuan peradaban bangsa,” tandasnya.
Transformasi FPSH Dorong 15 Doktor Baru Capai Guru Besar
Sementara itu, Dekan FPSH UMM, Prof Dr Moh Mahfud Effendi MM memaparkan, transformasi FKIP menuju FPSH merupakan deklarasi arah pengembangan kelembagaan jauh lebih terbuka.
Ditandai turunnya Surat Keputusan (SK) perubahan pada 30 Mei 2026 lalu. Menurutnya, pendidikan, sains, dan humaniora wajib berjalan beriringan, agar pesatnya penciptaan inovasi teknologi tidak sampai menggerus nilai-nilai esensial kemanusiaan.
“Perubahan nama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan menjadi Fakultas Pendidikan Sains dan Humaniora merupakan pernyataan tentang arah, tekad dan cita-cita. Pendidikan membentuk manusia, sains melahirkan inovasi, sedangkan humaniora menjaga nilai-nilai kemanusiaan. Ketiganya harus berjalan bersama,” terangnya.
Selain peluncuran nama baru, momen strategis diwarnai gelaran kolokium bagi 15 doktor baru dari berbagai program studi di lingkungan FPSH. Mahfud menilai, kehadiran belasan doktor baru ini sebagai modal strategis untuk mendongkrak kapasitas akademik, mutu riset, dan pengabdian. Sembari mendorong para doktor mencapai jabatan fungsional tertinggi sebagai guru besar.
“Saya percaya masa depan tidak dibangun oleh mereka yang paling kuat, tetapi oleh mereka yang paling siap menghadapi perubahan. Jagalah kualitas akademik, bangun kolaborasi, dan pastikan setiap ilmu yang dikembangkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya. (rhd)









