Caracas, SERU.co.id – Venezuela diguncang gempa kembar berkekuatan Magnitudo 7,2 dan 7,5 dalam selang 39 detik, Rabu (24/6/2026). Gempa terbesar lebih dari satu abad terakhir itu memicu kepanikan warga dan berpotensi menimbulkan kerusakan luas. Pemerintah Indonesia memastikan seluruh WNI di Venezuela dalam kondisi aman pascabencana.
Berdasarkan data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), kedua gempa terjadi hanya berselang 39 detik. Peristiwa itu terjadi saat sebagian besar warga Venezuela berada di rumah karena tengah memperingati hari libur nasional. Yakni mengenang kemenangan militer tahun 1821 yang menjadi tonggak kemerdekaan dari Spanyol.
USGS menyebut, gempa Magnitudo 7,5 tersebut sebagai yang terbesar di Venezuela atau wilayah lepas pantainya sejak tahun 1900. Besarnya kekuatan gempa memicu kekhawatiran terhadap dampak kerusakan bangunan dan potensi korban jiwa.
Daftar Isi
Rentetan Gempa Besar Dunia
Pada hari yang sama, wilayah pantai utara California, Amerika Serikat, diguncang gempa berkekuatan Magnitudo 5,6. Selanjutnya, Jepang juga dilaporkan diguncang gempa Magnitudo 6,9 di lepas pantai Prefektur Iwate.
Meski terjadi dalam rentang waktu berdekatan, ketiga peristiwa tersebut tidak saling memicu karena berada pada sistem tektonik yang berbeda. Gempa di California dan Venezuela dipengaruhi aktivitas sesar aktif. Sementara gempa Jepang berkaitan dengan zona subduksi lempeng.
Peringatan bagi Indonesia
Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono menilai, rangkaian gempa besar di berbagai belahan dunia menjadi pengingat penting bagi Indonesia. Terutama yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire).
“Ancaman gempa bumi selalu ada dan dapat terjadi sewaktu-waktu. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat dan penguatan infrastruktur harus terus ditingkatkan,” seru Daryono, dikutip dari Kompascom, Kamis (25/6/2026).
Daryono menegaskan, korban gempa umumnya bukan disebabkan getaran bumi itu sendiri. Melainkan runtuhnya bangunan yang tidak memenuhi standar keselamatan.
“Karena itu, penerapan standar bangunan tahan gempa pada fasilitas publik, sekolah hingga kawasan permukiman menjadi langkah penting. Terutama untuk mengurangi risiko korban jiwa saat bencana terjadi,” ungkapnya.
Selain penguatan konstruksi, masyarakat juga diimbau memahami prosedur keselamatan saat gempa. Mulai dari teknik berlindung yang benar, jalur evakuasi, hingga kesiapan tas siaga bencana berisi kebutuhan darurat.
Seluruh WNI di Venezuela Dipastikan Aman
Di tengah situasi tersebut, Pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas langsung melakukan pendataan terhadap WNI di Venezuela. Seluruh WNI berada dalam kondisi aman, sehat dan tidak terdampak langsung.
KBRI Caracas juga memastikan gedung kantor kedutaan dan Wisma Duta tidak mengalami kerusakan struktural berarti. Seluruh staf diplomatik dilaporkan dalam keadaan selamat dan tetap menjalankan tugas pemantauan situasi. (aan/mzm)









