Malang, SERU.co.id – Universitas Brawijaya (UB) kembali menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan di tingkat global. Dalam hasil THE Sustainability Impact Ratings 2026, UB berhasil meningkatkan capaian pada 14 dari 17 indikator Sustainable Development Goals (SDGs) yang dinilai. Prestasi ini sekaligus mempertahankan posisi UB di kelompok 401–600 perguruan tinggi terbaik dunia.
Kepala UPT Global Partnership and Reputation Universitas Brawijaya, Hendrix Yulis Setyawan PhD mengatakan, capaian ini menjadi prestasi penting. Mengingat jumlah perguruan tinggi yang berpartisipasi dalam pemeringkatan internasional ini terus bertambah setiap tahun. Jumlah institusi yang dinilai bahkan mencapai lebih dari seribu perguruan tinggi dari berbagai negara.
Berdasarkan hasil pemeringkatan tahun 2026, UB mencatat peningkatan pada:
- SDG 2 (Zero Hunger)
- SDG 3 (Good Health and Well-being),
- SDG 5 (Gender Equality),
- SDG 6 (Clean Water and Sanitation),
- SDG 7 (Affordable and Clean Energy),
- SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure),
- SDG 10 (Reduced Inequalities),
- SDG 11 (Sustainable Cities and Communities),
- SDG 12 (Responsible Consumption and Production),
- SDG 13 (Climate Action),
- SDG 14 (Life Below Water),
- SDG 15 (Life on Land),
- SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions), dan
- SDG 17 (Partnerships for the Goals).
“SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) berhasil mempertahankan posisinya pada kelompok 201–300 dunia. Sementara SDG 1 (No Poverty) dan SDG 4 (Quality Education) mengalami penurunan dibandingkan capaian tahun sebelumnya,” seru Hendrix, Kamis (25/6/2026).
SDG 9 yang berkaitan dengan industri, inovasi dan infrastruktur, UB naik dari kelompok 301–400 dunia pada 2025 menjadi 101–200 dunia pada 2026. Peningkatan serupa juga terjadi pada SDG 14 (Life Below Water), melesat dari kelompok 401–600 menjadi 101–200 dunia.
“SDG 13 (Climate Action) juga melonjak dari posisi 801–1000 dunia menjadi kelompok 301–400 dunia. SDG 12 (Responsible Consumption and Production) meningkat dari kelompok 401–600 menjadi 201–300 dunia. Sedangkan SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) naik dari kelompok 401–600 menjadi 201–300 dunia,” tambahnya.
Pada sektor kesehatan dan kesejahteraan, SDG 3 (Good Health and Well-being) meningkat dari kelompok 401–600 menjadi 301–400 dunia. Adapun SDG 2 (Zero Hunger) berhasil naik dari kelompok 201–300 menjadi 101–200 dunia.
“SDG 1 terjadi penurunan karena berkurangnya jumlah program pemberdayaan masyarakat terkait pengentasan kemiskinan. Sementara penurunan SDG 4 dipengaruhi indikator pembelajaran sepanjang hayat. Kemudian menurunnya jumlah mahasiswa generasi pertama yang menjadi bagian dari penilaian,” urai Hendrix.
Meski demikian, Hendrix menilai, hasil tahun ini tetap menunjukkan tren positif. Terutama sebagian besar indikator mengalami peningkatan. Ditambah posisi keseluruhan UB tetap bertahan di kelompok 401–600 dunia.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Brawijaya, Prof. Imam Santoso menyebut, capaian tersebut sebagai bukti. Yakni semakin kuatnya pengakuan internasional terhadap berbagai program keberlanjutan yang dijalankan kampus.
“Peningkatan 14 indikator SDGs menjadi pencapaian membanggakan karena diraih di tengah semakin ketatnya persaingan global. Hal ini menunjukkan kontribusi program-program UB terhadap pembangunan berkelanjutan semakin diakui di tingkat internasional,” ujar Prof. Imam.
Ke depan, UB berencana memperkuat berbagai program pemberdayaan masyarakat. Khususnya melalui desa binaan, pendampingan UMKM hingga pengembangan ekonomi berbasis inovasi. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kontribusi universitas pada SDG 1 terkait pengentasan kemiskinan.
“UB juga akan memperluas implementasi program pembelajaran sepanjang hayat. Melalui pelatihan, sertifikasi profesional, kursus terbuka dan berbagai bentuk pendidikan berkelanjutan yang dapat diakses masyarakat luas. Begitu juga penguatan akses pendidikan bagi mahasiswa generasi pertama melalui program afirmasi, beasiswa dan kegiatan outreach,” pungkasnya. (aan/mzm)









