Malang, SERU.co.id – Universitas Brawijaya (UB) memperkuat komitmennya terhadap isu pengelolaan sumber daya air melalui kolaborasi bersama UNESCO. Hal tersebut ditegaskan dalam rangkaian peringatan Hari Air Sedunia 2026.
Prof Andi Kurniawan SPi MEng DSc, Wakil Rektor IV UB mengungkapkan, rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye World Water Day atau Hari Air Sedunia. Meski sebenarnya peringatan jatuh di bulan Maret, pelaksanaannya diundur, karena bertepatan dengan persiapan Idulfitri.
“Kami bekerja sama dengan Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) serta UNESCO Regional Office Jakarta. Salah satu bentuk kolaborasi yang dilakukan, penerjemahan ringkasan eksekutif laporan PBB tentang perkembangan air dunia,” serunya, Senin (11/5/2026).
Diakuinya, terjemahan dalam Bahasa Indonesianya sudah dikirimkan ke Paris dan diluncurkan bersama bahasa resmi UNESCO lainnya. Berangkat dari kolaborasi tersebut, UB kini mengangkat tema Sustainable Ecohydrological Approach for Coastal Resources Management.
“Ini menjadi salah satu keunggulan komparatif kampus. Tema tersebut masuk dalam program prioritas Globalizing UB dan akan terus diintegrasikan dengan program Green Campus maupun kolaborasi bersama UNESCO,” ungkapnya.
Lebih lanjut, UB juga mulai memasukkan isu lingkungan dan pengelolaan air ke dalam kurikulum pembelajaran. Langkah tersebut merupakan bagian dari penguatan civic literacy atau literasi kewarganegaraan.
“Hari ini kita membutuhkan level baru dari pendidikan kewarganegaraan. Kesadaran lingkungan, terutama aspek global, sudah menjadi keharusan untuk masuk dalam civic literacy,” jelasnya.
Menurut Andi, langkah tersebut menjadi bagian konkret implementasi konsep kampus berdampak yang saat ini digaungkan perguruan tinggi. Ia menilai, persoalan air di Malang Raya, mulai dari banjir hingga hilangnya mata air, membutuhkan kontribusi nyata dari dunia akademik.
“Universitas Brawijaya ingin lebih terstruktur merespons persoalan itu melalui penelitian, pengabdian masyarakat dan penguatan kurikulum. Maka, kami juga menjalin kerja sama dengan Pemkab Malang, Pemkot Malang dan Pemkot Batu dalam berbagai program riset serta pelestarian sumber daya air,” terangnya.
Sementara, Perwakilan Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, Ir Ananto Kusuma Seta mengapresiasi langkah UB dalam mengkampanyekan berbagai isu trategis. Ia menilai, UB berperan aktif dalam mengarusutamakan isu-isu UNESCO di lingkungan kampus.
“UB menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang berani tampil sebagai penggerak kerja sama strategis bersama UNESCO. Bahkan sekarang juga sedang berproses mendaftarkan diri dalam program UNESCO Chair yang nantinya akan meningkatkan pamor kampus di level dunia,” ujarnya.
Apresiasi serupa disampaikan oleh perwakilan UNESCO Regional Office Jakarta, Dr Engin Koncagul. Ia mengatakan, UB mengambil peran penting dalam penerjemahan laporan global UNESCO mengenai kondisi sumber daya air tawar dunia.
Menurut Engin, laporan tersebut menyoroti masih besarnya ketimpangan gender di sektor pengelolaan air. Secara global, perempuan mencakup setengah populasi dunia, namun hanya sekitar 25 persen perempuan yang bekerja di sektor air.
“Perempuan memiliki tanggung jawab besar dalam pengelolaan air di tingkat rumah tangga. Tapi suara mereka masih minim dalam pengambilan keputusan di level tinggi,” katanya.
Ia menegaskan, pembangunan berkelanjutan sulit tercapai tanpa adanya kesetaraan gender di sektor pengelolaan air. Diharapkan, partisipasi perempuan dalam manajemen, maupun investasi di sektor air dapat meningkat.
Engin juga menilai, Indonesia memiliki potensi besar menjadi role model dalam pengelolaan sumber daya air yang ramah gender. Keterlibatan perempuan diikuti generasi muda, serta berbagai institusi pendidikan sangat berdampak pada pengelolaan sumber daya air.
“Kolaborasi dengan UB dan Komisi Nasional UNESCO diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas pengelolaan sumber daya air. Langkah ini mendorong terciptanya kehidupan masyarakat yang lebih baik, apabila sumber daya air terkelola dengan baik,” tandasnya. (bas/mzm)









