Jakarta, SERU.co.id – Amien Rais dianggap memicu kegaduhan publik setelah mengunggah tudingan amoral terhadap Seskab Mayor Teddy. Menkomdigi segera memblokir video tersebut karena dianggap melanggar UU ITE terkait ujaran kebencian. Di sisi lain, pihak Istana dan Partai Ummat menyayangkan sikap Amien yang dinilai offside lantaran diduga termakan hoaks.
Daftar Isi
Narasi Lendotan dan Kisah Kaum Luth
Dalam video tersebut, Amien Rais melontarkan serangan personal kepada Seskab, Letkol Teddy Indra Wijaya. Amien mendesak Presiden Prabowo Subianto segera mencopot Mayor Teddy dengan alasan yang dianggap provokatif.
“Prabowo harus melepaskan diri dari lendotannya si Teddy yang berbahaya itu. Jadi ganti Teddy dengan sosok normal,” seru Amien dalam potongan video yang kini telah dihapus tersebut.
Tak berhenti di situ, Amien bahkan membawa narasi keagamaan dengan menyinggung kisah kaum Nabi Luth. Hal tersebut secara implisit mengaitkan isu moralitas dan orientasi seksual di lingkaran Istana.
Pemerintah Sebut Pembunuhan Karakter
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menegaskan, video tersebut adalah bentuk ujaran kebencian dan pembunuhan karakter terhadap simbol negara
“Komdigi melabeli video tersebut sebagai hoaks dan fitnah tanpa dasar fakta. Pemerintah memperingatkan penyebaran video ini melanggar UU ITE Nomor 1 Tahun 2024 Pasal 27A dan Pasal 28 (2). Ruang digital bukan tempat memproduksi konten merendahkan martabat manusia,” ungkapnya dalam unggah Instagram @kemkomdigi, Sabtu (2/5/2026).
Amien Rais Diduga Termakan Hoaks
Kepala Badan Komunikasi Pemerintahan (Bakom), Muhammad Qodari mengungkapkan, Amien Rais diduga kuat telah menjadi korban manipulasi digital. Tudingan amoral tersebut kabarnya dipicu sebuah lagu parodi berjudul Aku Bukan Teddy yang diunggah akun anonim.
“Sangat disayangkan, seorang profesor dan tokoh bangsa bisa menelan mentah-mentah konten manipulatif seperti itu,” tutur Qodari, dikutip dari Fajar Sulsel.
Partai Ummat Sayangkan Sikap Amien Rais
Ketua DPP Partai Ummat, Aznur Syamsu menegaskan, pernyataan tersebut adalah pendapat pribadi dan tidak mewakili sikap partai.
“Kami menyayangkan pernyataan tersebut. Tidak ada kaitan dengan persoalan bangsa. Pak Amien Rais offside,” pungkas Aznur. (aan/mzm)









