Malang, SERU.co.id – Komunitas Voice Over Talent dan Dubber Malang Raya (Vobimara) sukses merayakan hari jadinya yang ke-4 dengan menggelar Sharing Session inspiratif di Malang Creative Center (MCC), pada Minggu (23/11/2025) pekan lalu. Acara tersebut diisi oleh Nuralim (@Alimboice), salah satu dari lima pemenang terbaik ajang Wonder Voice of Indonesia (WVI) 2025.
Nuralim, voice over talent (VOT) profesional asal Kota Madiun yang juga menjabat sebagai Sekjen Komunitas Voice Over, Dubber and Announcer Indonesia (KVDAI), berbagi wawasan mendalam kepada sekitar 30 anggota Vobimara yang hadir. Sesi bertajuk “Bikin Pesanmu Lebih Hidup Dengan Suara” ini bertujuan menyerap ilmu dan pengalaman dari profesional Jawa Timur yang berhasil menembus puncak kompetisi WVI 2025.
Nuralim mengakui, pesatnya pertumbuhan industri voice over dan dubber terbukti dari besarnya peminat ajang WVI 2025 yang menembus lebih dari 7.000 peserta. Namun, ia menekankan bahwa kuantitas peminat tidak menjamin keberlanjutan.

“Jumlah Voice Over Talent maupun Dubber sekarang ini sangat banyak. Tapi tidak semuanya bisa bertahan lama,” seru Alim sapaannya.
Menurutnya, kunci untuk serius bertahan di industri ini adalah kesabaran, konsistensi, serta relasi yang baik antar semua lini yang terlibat, mulai dari talent, klien, audiopost, hingga produser. Nuralim menyampaikan bahwa perasaan “cemburu” terhadap talent lain yang portofolio proyeknya ramai di media sosial adalah hal yang wajar. Namun, ia mengingatkan bahwa kesuksesan tersebut diraih melalui proses yang panjang.
“Salah satu kunci bertahan adalah Cintai Suaramu Sendiri. Setiap suara memiliki pendengar masing-masing, jangan pernah berkecil hati,” cetusnya.
Ia berpesan agar para talent menjadikan kesuksesan orang lain sebagai acuan, bukan pada suaranya, melainkan pada kerja keras dan konsistensi mereka. Nuralim juga menekankan pentingnya membangun relasi dan berjejaring.
”Jangan jalan sendiri. Dengan berjejaring atau berkomunitas, peluang mendapatkan ilmu, relasi, hingga pekerjaan terbuka lebih luas. Ingat, Setiap Suara Punya Rumah Masing-Masing,” pungkasnya.
Sementara itu, Founder Vobimara, Didik Dimas Sulistiyo, menjelaskan bahwa tahun 2025 ini, Vobimara kini telah memiliki sekitar 80 anggota yang berasal dari beragam profesi. Antara lain wartawan, fotografer, chef, guru, hingga mahasiswa dan ibu rumah tangga. Komunitas ini hadir sebagai wadah belajar bagi siapa pun yang ingin menekuni profesi voice over talent atau dubber, baik sebagai pekerjaan utama maupun sampingan.
“Dalam beberapa kesempatan kami berkumpul untuk saling belajar tentang voice over dan dubber. Beruntung kami juga sering kedatangan mentor-mentor handal, seorang Voice over Talent maupun Dubber terkenal. Karya-karya mereka sudah banyak menghiasi tanah air dalam bentuk iklan di televisi, medsos maupun film kartun dan film yang telah disulihsuarakan ke bahasa Indonesia,” pungkasnya. (dik/mzm)








